Wawasan Umum

PANDUAN TERLENGKAP HIDROPONIK UNTUK PEMULA

Panduan lengkap budidaya tanaman hidroponik

Pembudidayaan tanaman hidroponik atau tanaman hydroponic (hydroponics) memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan metode penanaman lainnya, misalnya tabulampot. Mulai dari caranya yang relatif mudah hingga yang tidak membutuhkan tempat yang luas merupakan alasan utama kenapa hidroponik semakin populer dan banyak diterapkan oleh banyak orang. Selain tidak memakan banyak tempat,  jenis tanaman yang bisa dikembangkan dengan metode ini juga ternyata cukup beragam, mulai dari sayuran,  tanaman herbal, hingga beberapa jenis bibit tanaman buah. Kedepannya hidroponik adalah salah satu alternatif cara bertani modern yang banyak diminati masyarakat modern terutama sistem hidroponik sederhana untuk pengguna rumahan.

Apa itu hidroponik dan Sistem Hidroponik Pada Tanaman

Tanaman hidroponik , tanaman hydroponic, hydroponics, hidroponik adalah, hidroponik sederhana

Sebelumnya kita harus sepakat, bahwa setiap tanaman dan tumbuhan akan tumbuh dengan baik apabila kebutuhan nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam hal ini ada dua media penting yang merupakan fungsi dari tanah, yaitu untuk penyangga tanaman dan air yang ada dalam tanah sebagai pelarut nutrisi yang kemudian bisa diserap tanaman.

Maka sebenarnya asalkan nutrisi bisa terpenuhi, kita bisa mengganti media tanah dengan media lainnya.  Tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hydroponics, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi, sedangkan medianya bisa diganti dengan media lainnya akan tetapi mempunyai fungsi yang sebanding dengan tanah.

Pengertian dan Asal Mula Istilah Hidroponik

Hidroponik atau dalam bahasa inggris “hydroponic” sebenarnya berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang memiliki arti air dan ponos yang berarti daya (kerja). Selain itu, hidroponik juga dikenal sebagai “soilless culture” atau budidaya tanaman tanpa tanah.

Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman

Dengan demikian hidroponik dapat diartiken sebagai metode budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya.

Sejarah Penelitian Budidaya Tanaman Sistem Hydroponics

Metode pembudidayaan tanaman sistem hydroponics bukan merupakan hal yang baru. Mengapa disebutkan demikian? Tidak lain karena penelitiannya sudah dilakukan dan dikembangkan sejak beberapa abad yang lalu, dimana secara garis besar terdiri dari tiga tahapan berikut:

Penelitian Awal Tanaman Hidroponik Pada Media Air dan Tanah

Asal usul dan sejarah hydroponics berawal dari tulisan Francis Bacon pada tahun 1627 yang sangat terkenal pada saat itu yaitu Sylva Sylvarum yang membahas tentang budidaya tanaman tanah menggunakan media selain tanah.

Berdasarkan tulisan tersebut, maka 70 tahun kemudian tepatnya pada tahun 1699 John Woodward melakukan penelitian lebih lanjut. Pada penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa tanaman yang ditumbuhkan pada air jernih (hanya air murni saja) tidak lebih bagus dari tanaman yang tumbuh di air yang bercampur sedikit lumpur yang keruh. Setidaknya penelitian ini berhasil menyimpulkan bahwa air saja tidak cukup mengandung zat nutrisi untuk tanaman agar tumbuh dengan subur.

Penelitian Lanjutan Tanaman Hidroponik Tentang 9 Element Nutrisi Kesuburan Tanah

Sejak penelitian awal, riset tentang hydroponics ini terus berlanjut dan progres pesatnya mulai terlihat pada tahun 1842. Pda tahun itu Julius von Sachs dan Wilhelm Knop berhasil menemukan sembilan elemen nutrisi yang dibutuhkan tanaman agar bisa tumbuh subur.

Kemudian di tahun 1859-1865 mulai dibuat nutrisi yang berisi 9 elemen nutrisi kesuburan tanaman tersebut dalam bentuk larutan. Adapun 9 elemen nutrisi ini nantinya yang akan menjadi cikal bakal nutrisi hidroponik yang mamu menggantikan fungsi unsur hara dalam tanah.

Kesimpulan pada tahap lanjutan ini menegaskan bahwa bercocok tanam dengan media air akan menghasilkan tanaman yang sama suburnya atau bahkan lebih subur daripada tanaman yang ditanam di tanah, karena intinya adalah bukan tanah melainkan 9 unsur elemen tadi.

Hasil penelitian tersebut selain menegaskan bahwa bercocok tanam dengan media non tanah itu sangat mungkin, juga sekaligus mejadi pijakan penting dalam teknologi bercocok tanam modern. Bahasa akademisinya sering dikenal sebagai “solution culture”, yaitu teknik bercocok tanam tanpa media tanam atau teknik inert. Dimana unsur nutrisi (hara) dan media tanam menjadi satu dalam air.

Penelitian Puncak Tanaman Hidroponik dan Keberhasilan Pembudidayaannya

Pada abad 19 merupakan masa penelitian puncak dari tanaman hidroponik dimana William Frederick Gericke pada tahun 1929 dari Universitas California menemukan metode bercocok tanam hidroponik. Pada awalnya metode tersebut tidak dinamakan hidroponik, melainkan aquaculture atau budidaya perairan. Akan tetapi nama aquakultur sudah lebih dulu digunakan untuk menamakan metode budidaya hewan air. Sehingga disarankanlah oleh rekannya bernama WA Setchell untuk diberi nama hidroponik.

Pada penelitian tersebut William Frederick Gericke berhasil menumbuhkan tanaman tomat setinggi 25 kaki di halaman belakang rumahnya. Setelah puas akan hasil penelitiannya, maka dia meminta izin untuk menggunakan fasilitas kampus berupa greenhouse untuk penelitian lebih lanjut. Namun usulan beliau ditolak oleh pihak kampus yang ragu tentang hal tersebut. Sebagai solusi pihak kampus memberikan fasilitas rumah kaca beserta teknologinya dengan syarat memberikan resepnya tentang hidroponik.

Pada tahun 1940 Gericke mempublikasikan tulisannya yang berjudul Complete Guide to Soil less Gardening. Isinya meliputi hidroponik secara keseluruhan, mulai dari teknik, media, nutrisi dan langkah-langkah bercocok tanam hidroponik.

Setelah saat itu sistem tanam hidroponik hasil pengembangan beberapa penelitian berkembang sangat pesat  menjadi sistem tanam hidroponik sederhana ada juga sistem yang memanfaatkan teknologi khusus. Perkembangan tersebut telah diadopsi ke seluruh penjuru dunia hingga ke Indonesia. Bahkan beberapa sistem tanam hidroponik yang terlihat sederhana justru sangat populer di Indonesia.

Kekurangan dan Kelebihan Sistem Tanaman Hidroponik

kelebihan dan kekurangan tanaman hidroponik

Terdapat beberapa teknik khusus dalam bercocok tanam menggunakan metode hydroponics yang bisa disesuaikan dengan kemampuan biaya yang anda. Unruk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman yang seharusnya didapat dari tanah, maka dalam metode hydroponics ini digunakan media tanam yang beraneka macam, mulai dari kerikil, pasir, sekam, hingga cocopeat dan rockwool.

Berbeda dengan proses alaminya dimana setiap tanaman seharusnya tumbuh ditanah, sistem hydroponics ini mengesampingkan hal itu. Hasil rekayasa yang merupakan hasil penelitian dan pengembangan ini bertujuan memberikan solusi seandainya tidak memungkinkan menggunakan tanah sebagai media tumbuh dari tanaman. Oleh karena itu sistem ini memiliki kekurangan dan kelebihan jika dibandingkan menggunakan tanah.;

12 Kelebihan Pembudidayaan Tanaman Sistem Hidroponik Adalah :

Pembudidayaan sistem hydroponics merupakan solusi yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ketersedian lahan untuk tumbuh tanaman. Lahan yang dimaksud disini adalah media tanah yang cukup luas sebagai tempat tumbuh tanaman.

  1. Tidak membutuhkan tanah => Hal ini akan membuat area bercocok tanam menjadi semakin bersih karena tidak menggunakan tanah sama sekali.
  2. Pertumbuhan tanaman akan lebih cepat => Ini karena nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman akan terserap secara lebih baik mengingat media yang digunakan berbentuk cair.
  3. Tidak perlu melakukan penyiraman tanaman seperti bercocok tanam pada umumnya => Ini karena media yang digunakan sudah memakai air, bukan tanah.
  4. Tenaga yang dibutuhkan lebih sedikit => Anda tidak perlu melakukan pengolahan lahan, penanaman serta memanen. Metodenya lebih praktis dan juga efisien.
  5. Proses memanen tanaman lebih mudah => Apabila dibandingkan dengan metode bercocok tanam yang menggunakan tanah, proses memanen terasa jauh lebih mudah.
  6. Proses panen cepat => Umumnya budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik ini lebih cepat dari metode umum yang sering dilakukan.
Hasil Panen
  1. Hasil panen lebih banyak => Ada kecenderungan hasil panen menggunakan metode hidroponik hasilnya lebih banyak dari metode biasa (konvensional).
  2. Menghemat tempat => Anda tidak memerlukan lahan hingga berhrktar-hektar untuk bercocok tanam. Metode  hidroponik cocok untuk dilakukan di lahan sempit bahkan di daerah perkotaan.
  3. Hasil panen bersih dan steril => Buah atau sayuran yang dihasilkan dari metode hidroponik akan menjadi lebih steril karena bebas dari pestisida ataupun herbisida berbahaya. Hal ini tentu jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan sayur dan buah yang ditanam di lahan perkebunan dan menggunakan pestisida.
  4. Lebih bebas hama => Resiko tanaman terserang hama serta penyakit akan lebih kecil.
  5. Tidak tergantung cuaca => Metode bercocok tanam menggunakan hidroponik tidak akan tergantung cuaca. Anda tetap bisa bercocok tanam pada saat cuaca panas maupun dingin.
  6. Penggunaan pupuk lebih efisien => Penggunaan pupuk dalam metode ini akan dapat menjadi lebih hemat serta efisien.

Melihat beberapa kelebihan diatas tentunya dapat disimpulkan bahwa sistem hydroponics ini sangat cocok bagi anda yang bertempat tinggal diperkotaan. Keterbatasan lahan bukan menjadi masalah untuk melakukan hobi bercocok tanam atau bahkan menjadikannya sebagai bisnis utama.

5 Kekurangan Sistem Tanaman Hidroponik

Setelah anda mengetahui dan memahami berbagai kelebihan metode hydroponics diatas, anda sebaiknya mengetahui kelemahan atau kekurangan dari metode sistem tanaman hidroponik ini.

  1. Membutuhkan modal yang besar => Metode pembudidayaan tanaman hydroponic cocok untuk skala besar agar hasilnya terasa. Untuk memulainya membutuhkan modal yang tidak sedikit meskipun idak sebesar menggunakan lahan berhektar-hektar. Namun perlu anda pahami bahwa alokasi modal yang besar seimbang dengan penghasilannya.
  2. Perangkat dan peralatan hidroponik => Karena metode hydroponics masih terbilang jarang dilakukan oleh masyarakat, maka perangkat pemeliharaan metode hydroponics juga terbilang masih langka. Alat tertentu masih sulit untuk didapatkan, kemudian juga karena masih sedikitnya ahli hidroponik yang ada di Indonesia. Hal ini akan membuat anda kesulitan pada saat membutuhkan perawatan peralatan tertentu.
  3. Membutuhkan ketelitian ekstra => Dalam bercocok tanam dengan metode hydroponics , anda harus benar-benar memperhatikan serta mengontrol nutrisi yang diberikan pada tumbuhan, termasuk di antaranya adalah kadar atau tingkat keasaman pH. Apabila anda tidak memiliki latar belakang pertanian, akan terbilang sulit untuk bercocok tanam secara hydroponics.
  4. Invetesi yang Tinggi =>  Besarnya investasi yang dibutuhkan untuk bercocok tanam secara hydroponics juga terbilang tinggi. Hal ini terutama untuk membeli peralatan, perlengkapan serta biaya pemeliharaan dan lain-lain.
  5. Membutuhkan kreativitas dan keterampilan khusus => Anda dituntut untuk memiliki kreativitas tinggi dalam membuat aneka peralatan hidroponik sendiri dan membuat nutrisi sendiri agar tidak perlu membeli peralatan khusus yang harganya mahal.
Bahan pertimbangan

Apabila modal yang terbilang lebih mahal maka anda harus memenuhinya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Budidaya ini dapat berjalan dengan baik maka lama kelamaan modal anda di awal dapat kembali dan justru mendapatkan keuntungan yang lebih.

Untuk masalah perawatan yang lebih sulit menuntut anda agar tidak boleh bermalas-malasan untuk merawat dan memelihara tanaman hydroponic ini agar hasil yang anda panen jauh lebih berkualitas.

Sebenarnya nutrisi yang diperlukan untuk tanaman hidroponik ini dapat anda beli secara instan dan memang di dalam meramu nutrisi tersebut diperlukan cara yang tepat yaitu dosis yang digunakan harus pas dan cara meramu tersebut biasanya juga sudah tertera pada bungkus produk nutrisi.

Jenis Tanaman Hidroponik yang Bisa Dibudidayakan

jenis-jenis tanaman hidroponik

Pada dasarnya, semua jenis tanaman yang ada di dunia ini bisa ditanam secara hydroponics , mengingat bahwa hydroponics itu sendiri adalah sebuah sistem tanam.

Namun ada beberapa pertimbangan-pertimbangan yang mendasari apakah suatu tanaman akan ditanam menggunakan sistem hydroponics atau tidak.

  • Ekonomis => Apakah dengan ditanam menggunakan metode hydroponics akan lebih menghemat biaya produksi? Atau malah menjadi lebih mahal? Pertimbangan ini digunakan untuk skala perkebunan, misalnya untuk Kacang Tanah, bisa saja menanamnya dengan metode hydroponics (aeroponik), namun biaya produksi akan jauh lebih mahal dibandingkan menanam di tanah. Apalagi misalnya harga jual Kacang Tanah tergolong rendah, jadi antara biaya produksi dan harga jual tidak sebanding.
  • Ukuran => Ukuran dari tanaman juga menjadi pertimbangan tersendiri, misalnya pohon Kelapa, bisa saja ditanam menggunakan sistem hydroponics namun ukuran tanaman yang besar akan mempersulit penyediaan alat dan bahan yang sesuai dengan ukurannya.
  • Umur Tanaman => Kebanyakan tanaman yang ditanam menggunakan sistem hydroponics adalah tanaman yang masa panennya pendek.

Selain poin utama diatas tentu saja masih banyak hal lainnya yang harus dijadikan bahan pertimbangan. Namun anda bisa melihat jenis tanaman hidroponik yang umum dibudidayakan. Tanaman-tanaman ini dibagi menjadi tiga golongan yaitu sayuran hidroponik, buah-buahan hidroponik dan tanaman hidroponik lainnya.

1. Sayuran Hidroponik

Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Berbeda dengan sayuran lainnya yang membutuhkan tanah untuk tumbuh, tanaman hidroponik hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun bisa didaur ulang.

Selain air dan mineral, tanaman hidroponik juga membutuhkan lampu, sistem filtrasi untuk air dan udara, serta alat kontrol iklim. Semua hal ini diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman hidroponik. Biasanya, sayuran hidroponik ditanam dalam rumah kaca maupun di luar ruangan.

Tanaman Hydroponic Cabe

Cabe merah atau cabe rawit merupakan jenis tanaman yang bisa dibudidaya dengan sistem hydroponics dan menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Tentu saja alasannya, cabe hampir selalu ada pada bumbu beragam jenis masakan terutama masakan indonesia.

Banyak pemilik restoran atau supermarket yang lebih tertarik untuk memilih cabe hydroponics dikarenakan berbagai alasan, seperti berikut :

  • Lebih hemat air karena cabai jarang sekali kotor.
  • Hasil panen cabe hidroponik bebas dari kandungan pestisida.
  • Sangat higienis karena tidak menggunakan media tanam berupa tanah yang menyentuh langsung.
  • Bebas serangan penyakit dan hama seperti ulat yang menggerogoti kulit cabai.

Cabe juga sering digunakan sebagai bumbu instan pada beragam camilan seperti keripik singkong, gorengan hingga dijadikan bahan dalam perindustrian jamu dan obat-obatan. 3 dari sekian banyak manfaat cabe wajib Anda ketahui karena cabe mempunyai dampak positif berupa manfaat kesehatan seperti berikut:

  • Cabe dengan warna merah menjadi tanda akan terdapatnya kandungan beta karoten atau pro vitamin A yang pada tubuh akan bekerja untuk meningkatkan sistem imun.
  • Berdasarkan penelitian medis yang belum lama dilaksanakan, ditemukan adanya beberapa jenis kandungan yang dapat mengoptimalkan pembakaran energi selama beberapa jam setelah konsumsi cabai. Hal tersebut berlanjut secara teknis untuk membuat tubuh mengurangi jumlah kalori sehingga terjadilah penurunan berat badan.
  • Dengan memberikan cabe ke dalam makanan secara teratur dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 karena cabe memiliki peptida yang mampu mengontrol tingkat insulin.

Tanaman Hydroponic Kangkung

Hampir setiap orang, mengenal kangkung sebagai sayuran penyebab kantuk. Namun siapa sangka, bila kangkung juga memberikan efek yang luar biasa bagi kesehatan kita. Bagi penderita diabetes, sayuran hidroponik kangkung bisa menghambat penyerapan gula dalam darah. Hebatnya lagi, kangkung kaya akan mineral seperti : kalium, fosfor, kalsium dan vitamin B kompleks. Sehingga mampu membantu menaikkan horman yang membangkitkan rasa nyaman di dalam tubuh.

Kangkung merupakan jenis sayuran yang cukup populer di Indonesia. Setiap orang bisa memperoleh kangkung dengan membeli di pasar atau menanamnya sendiri. Jika Anda tertarik untuk menanam kangkung sendiri, maka itu lebih baik. Pasalnya sayuran ini sangat mudah ditanam. Tak perlu lahan yang luas, Anda bisa memaksimalkan lahan pekarangan rumah menggunakan hidroponik.

Mengapa hydroponics kangkung lebih baik daripada yang ditanam biasa? Hal Ini disebabkan karena kangkung hidroponik mempunyai kualitas hasil yang cenderung lebih baik dari pada tanaman yang ditanam secara konvensional atau menggunakan media tanah. Hal tersebut karena dipengaruhi dari perlakuan yang diberikan, mulai dari pembibitan, perawatan hingga masa panen.

Tanaman Hydroponic Seledri

Seledri mengandung banyak vitamin yaitu vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin C, vitamin E dan vitamin K yang bisa dipakai untuk mencegah atau untuk menyembuhkan beberapa penyakit.Salah satu khasiat daun seledri untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, memperkuat fungsi hati, dan menambah kekebalan tubuh.

Tanaman Hydroponic Timun

Timun merupakan sayuran yang memiliki banyak manfaat. Mulai dari garnish atau hiasan untuk hidangan spesial, pelengkap jus, dimakan secara mentah, sampai digunakan untuk perawatan kecantikan.

Bagi pencinta lalapan, timun merupakan salah satu macam sayuran yang paling segar sebab mengandung banyak air. Timun dapat menyegarkan tubuh dan baik untuk rambut serta kulit Anda, dibandingkan saat abda memakai masker. Mengonsumsi timun bisa membantu memperlancar penercaan. Di sisi lain, kandungan mangan, folat, magnesium, leutin, serta klorofil dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan depresi.

Semua timun bisa tumbuh dengan baik dalam sistem hydroponics . Mentimun adalah tanaman yang hangat, jadi Anda harus memastikan pencahayaan yang cukup dan suhu yang sesuai.

Tanaman Hydroponic Kailan

Sayuran ini kaya akan kandungan kalium, kalsium, dan serat sehingga amat baik untuk pencernaan dan tulang kita. Di samping itu, sayuran kailan juga berguna bagi mencegah penuaah dini. Terdapat trik khusus dalam memasak sayuran hydroponics kailan, pastikanlah Anda tak terlalu matang dalam memasaknya. Sebab ini berhubungan dengan kandungan nutrisi di dalamnya.

Tanaman Hydroponic Selada Hijau

Selada adalah salah satu sayuran yang kaya akan mineral, mulai dari mangan, tembaga, kalsium, pottasium dan kalium yang semuanya sangat berguna bagi menjaga kesehatan kita. Selada juga kaya akan kandungan vitamin C yang bisa mencegah penuaan dini serta menaikkan kesuburan organ-organ reproduksi, dan yang tentunya bermanfaat pula untuk janin untuk ibu hamil.

Selada merupakan tanaman yang paling umum ditanam secara hydroponics , karena dapat tumbuh dengan sangat cepat dalam sistem menanam ini. Perawatannya pun tidak sulit sama sekali. Tanaman ini sangat cocok untuk pemula di bidang tanam-menanam hydroponics .

Tanaman Hydroponic Sawi Hijau

Sayuran ini bisa membantu mencegah kanker, khususnya kanker prostat, kanker usus, kanker payudara, dan kanker ovarium. Sawi juga sarat dengan nilai mineral, di antaranya : kalium, magnesium, asam folat. Di samping itu, sawi juga mengandung sejumlah jenis vitamin, yaitu : Vitamin C, Vitamin E, karoten dan glukosinolat yang berfungsi membantu Anda untuk memerangi radikal bebas dan mengobati infeksi.

Hidroponik Buncis

Kandungan serat dalam sayur buncis bisa membantu pankreas untuk memproduksi insulin, yang bermanfaat untuk penderita diabetes tipe 2. Buncis yang asalnya dari negara Peru, mengandung senyawa antikoksidan yang amat baik untuk kesehatan. Untuk ibu hamil, sayuran hidroponik buncis ini amat baik untuk memperlancar ASI.

Tanaman Hydroponic Bayam

Bayam merupakan salah satu macam sayuran yang termudah untuk diperoleh. Namun siapa sangka, ternyata sayuran hidroponik bayam ini mempunyai manfaat yang luar biasa. Bayam mempunyai dua kali zat besi dibandingkan dengan sayuran lainnya, yang amat baik bagi kesehatan darah. Bayam juga mengandung 13 jenis komponen flavonoid dan klorofil yang membantu mencegah kanker. Baik untuk yang berumur lanjut, sebab dapat menambah nutrisi di otot dan persendian serta mencegah katarak dengan kandungan luteinnya.

Bayam dapat tumbuh dengan baik jika ditanam menggunakan air. Maka dari itu, tanaman ini sangat cocok jika ditanam menggunakan sistem hidroponik.

Bayam tidak membutuhkan begitu banyak cahaya atau suhu yang panas. Anda bisa secara rutin memanen bayam dalam jangka waktu 12 minggu. Bayam bisa Anda gunakan untuk berbagai jenis macam makanan atau diolah menjadi jus, jika tidak menyukai teksturnya.

Tanaman Hydroponic Brokoli

Bukan cuma bagi orang dewasa, brokoli juga amat baik untuk balita. Brokoli mempunyai khasiat bisa mencegah risiko kanker, sebab kandungan antioksidan sulforaphane dan lutein yang ada di dalamnya. Brokoli juga mengandung vitamin C yang bisa berguna bagi menjaga kesehatan jantung, membantu mengendalikan gula darah dan melawan radikal bebas. Dari sisi kandungan serat, brokoli dapat mencegah sembelit.

Tanaman Hydroponic Pare

Sayuran yang terkenal mempunyai rasa pahit ini, ternyata mempunyai banyak manfaat. Sayur Pare tinggi akan kandungan serat, kalium, kalsium, zat besi serta vitamin C dan A. Pare juga berguna untuk menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan tekanan darah. Komponen saponin pada pare berguna bagi menaikkan sistem imunitas tubuh dan mencegah pertumbuhan sel kanker.

tanaman Hydroponic Packoy

Pakcoy merupakan sayurang yang mempunyai kandungan asam folat, kalium, vitamin A, D, dan C yang amat tinggi. Di mana hal itu amat memberikan efek baik bagi kesehatan jantung kita. Di samping itu, pakcoy juga kaya akan kandungan glucosinolates yang merupakan antioksidan untuk mencegah kanker prostat dan payudara.

Tanaman Hydroponic Lobak

Lobak adalah tumbuhan yang masuk ke dalam famili Cruciferae. Bentuk umbi lobak seperti wortel, tetapi isi dan kulitnya berwarna putih. Tanaman lobak berasal dari Tiongkok, dan telah banyak diusahakan di Indonesia. Tanaman yang mudah ditanam baik di dataran rendah maupun pegunungan.

Tanah yang baik untuk tanaman lobak adalah tanah gembur, mengandung humus (subur), lapisan atas tanah yang tidak mengandung kerikil (batu-batu kecil), dan derajat keasaman tanah 5-6. Waktu penanaman yang cocok adalah saat musim hujan atau awal musim kemarau. Untuk penanaman pada musim kemarau, tanaman harus cukup air.

Dengan adanya metode dan sistem hidroponik, maka persyaratan diatas tidak diperlukan sehingga Anda bisa membudidayakan hidroponik lobak sendiri.

Tanaman Hydroponic Kale

Beberapa tahun belakangan, sayuran satu ini sedang sangat populer apalagi di kalangan pegiat makanan dan gaya hidup sehat. Kandungan gizi dan manfaatnya yang melimpah menjadikan sayuran ini masuk ke dalam golongan superfood. Kale sangat mudah untuk ditanam menggunakan sistem hidroponik dan akan tumbuh dengan sangat baik. Oleh karena itu sayuran yang satu ini cukup populer untuk dibudidayakan sebagai tanaman hidroponik.

Tanaman Hydroponic Kacang-kacangan

Kacang-kacangan yang dikenal mempunyai beraneka gizi yang tinggi dan bermanfaat bagi tubuh. Beberapa dari manfaat kacang-kacangan bagi tubuh antara lain:

  1. Kaya serat => Mengonsumsi kacang baik untuk kesehatan pencernaan karena mengandung banyak serat. Serat membantu tubuh Anda menyerap lebih banyak nutrisi dan membuang yang tidak perlu. Serat juga membuat buang air besar Anda jadi lebih teratur.
  1. Rendah Lemak => Kacang panggang merupakan salah satu camilan yang sehat dan tidak membuatmu khawatir akan berat badan. Hal ini karena kacang merupakan makanan yang lezat dan rendah lemak. Kacang masih mengandung lemak, tetapi lemak yang memberikanmu protein lebih.
  1. Sumber protein yang baik =>Saat melakukan diet akan sulit memilih protein yang tidak membuat bobot tubuh Anda bertambah. Kacang menjadi pilihan yang tepat dikonsumsi saat diet karena merupakan sumber protein yang baik dan bebas lemak jenuh.

Melihat banyaknya manfaat dari kacang-kacangan menjadikan permintaan permintaan masyarakat sangat tinggi setiap harinya. Maka dengan membudidayakan kacang-kacangan sebagai tanaman hidroponik mempunyai peluang yang menjanjikan.

Kacang hijau, kacang polong, kacang panjang, semua jenis kacang bisa Anda tanam dengan mudah dengan menggunakan metode dan sistem hidroponik. Setelah 6-8 minggu menanam dan merawat tanaman kacang-kacangan, Anda bisa mulai panen. Setelah panen pertama, Anda bisa tetap merawat dan panen sampai 3-4 bulan ke depan.

Tanaman Hydroponic Daun Bawang

Daun bawang dikenal sebagai tanaman yang membutuhkan banyak air. Hal ini menjadikan daun bawang sangat cocok untuk ditanam secara hidroponik. Waktu yang dibutuhkan sampai panen pertama adalah 6-8 minggu, lalu 3-4 minggu sampai pertumbuhan berikutnya.

Selain membutuhkan banyak air, daun bawang juga membutuhkan cahaya sekitar 12-14 jam setiap harinya. Maka dari itu, pastikan untuk meletakkannya di balkon apartemen atau taman rumah Anda agar Daun Bawang mendapat asupan cahaya yang dibutuhkan.

Tanaman Hydroponic Kemangi

Daun kemangi biasanya dibutuhkan dalam membuat pepes atau masakan gurih khas daerah di Indoesia lainnya. Untuk menanam tumbuhan ini, Anda bisa menggunakan sistem NFT atau bisa juga Drip untuk hasil paling optimal. Panen daun kemangi bisa Anda lakukan setiap minggunya ketika sudah matang atau tumbuh dengan sempurna.

Anda juga membutuhkan lampu khusus jika ingin menanam daun kemangi, karena tumbuhan ini membutuhkan pencahayaan setiap saat.

Tanaman Hydroponic Paprika

paprika membutuhkan suhu hangat dan pencahayaan cukup banyak dari lampu khusus untuk tanaman. Anda bisa menanam dari biji paprika yang sudah ada, atau membelinya secara khusus. Biasanya, tanaman paprika akan matang atau tumbuh secara sempurna dalam waktu 8-12 minggu.

Tanaman Hydroponic Wortel

Wortel merupakan bagian dari tanaman umbi yang memiliki banyak akar. Akar wortel dapat menyebar cepat dan menyerap air lebih banyak, menjadikan tanaman ini sangat cocok untuk ditanam menggunakan sistem hidroponik.

Meskipun begitu, wortel merupakan salah satu jenis tanaman dengan kesulitan lebih tinggi untuk ditanam secara hidroponik. Untuk berhasil menanam tanaman ini, Anda membutuhkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih.

Hidroponik Jagung

Kandungan utama jagung (Zea mays ssp. mays) adalah karbohidrat sebanyak 80 persen dalam bentuk campuran amilosa dan amilopektin. Selain itu juga ada protein dan kalori.

Sebenarnya ada banyak jenis jagung sehingga manfaat jagung manis dengan jenis lain juga berbeda. Namun seperti dikutip dari USDA AS, kandungan nutrisi umumnya jagung termasuk lengkap dan beragam.

Jagung juga kaya vitamin A, C, E, vitamin K, asam pantotenat, asam folat, thiamin, riboflavin, niacin, dan pyridoxine. Meski mengandung lemak namun tidak terdapat kolesterol didalamnya. Kandungan seratnya juga cukup tinggi. Kandungan mineral dalam jagung juga lengkap, seperti kalsium, kalium, magnesium, sodium, selenium, zat besi, mangan, zinc, karoten, tembaga, lutein – zeaxanthin, dan cryptoxanthin-AY.

Jagung memiliki akar serabut yang mudah menyerap air dan menjadikannya cocok untuk ditanam menggunakan sistem hidroponik.

2. Hidroponik Buah-buahan

Selain tanaman sayuran yang sudah dijelaskan dan disebutkan sebelumnya, metode hidroponik juga bisa diterapkan pada buah-buahan. Dengan semua kelebihan sistem hidroponik, maka budidaya buah-buahan hasilnya tidak jauh berbeda atau sama baiknya dengan sayuran. Tidak seperti sayuran yang banyak dari jenisnya dibudidayakan dengan hidroponik, jenis buah-buahan ini lebih sedikit jumlahnya.

Dari sedikit tanaman buah hidroponik yang banyak dibudidayakan saat ini sebenarnya bisa dikembangkan potensinya agar bisa diterapkan pada tanaman buah seperti yang disebutkan berikut.

Hidroponik Tomat

Sayuran yang satu ini masih diperdebatkan statusnya sebagai buah atau sayur. Meskipun begitu, yang jelas tomat mengandung vitamin A yang bagus untuk kesehatan kulit dan kekebalan tubuh. Sudah banyak petani komersial yang menanam tomat secara hidroponik.

Jika kamu pernah memakan tomat, pasti tahu bahwa di dalam tomat terdapat kandungan air yang cukup banyak. Untuk menanam tomat menggunakan sistem hidroponik secara sukses, kamu membutuhkan banyak air dan juga cahaya.

Hidroponik Strawberry atau Stroberi

Stroberi juga terkenal sebagai buah dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Stroberi juga bisa dimanfaatkan menjadi banyak jenis makanan dan minuman seperti selai, jus, hiasan kue, dan jenis makanan dan minuman lainnya.

Stroberi dikenal sebagai buah yang dapat hidup di dataran tinggi. Namun jika menggunakan cara hidroponik, stroberi bisa ditanam di daratan rendah. Selain itu, tanaman stroberi hidroponik biasanya lebih menghasilkan buah yang lebih banyak.

Hidroponik Blueberry

Buah satu ini masih berkerabat dengan stroberi yang termasuk jenis buah beri. Jika stroberi mempunyai biji-biji di luar, blueberry punya tekstur luar yang halus.

Untuk menanam blueberry membutuhkan kondisi tanah asam yang tinggi. Karena itu menanam bluberry dengan cara yang hidroponik bisa lebih mudah. Dengan mengawasi kadar keasaman dan kecukupan air yang rutin, bluberry akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang besar.

Hidroponik Melon

Buah ini termasuk yang banyak digemari oleh anak-anak dan dewasa juga berbagai kalangan. Namun anda harus mencatat bahwa menanam melon dengan cara hidroponik membuntuhkan tempat yang luas. Jadi, mengingat buah ini berukuran besar, jadi tidak mungkin jika menanamnya di tempat yang sempit.

Hidroponik Semangka

Semangka dikenal sebagai buah musim panas. Hal ini karena semangka mengandung banyak air yang bisa menyegarkan di tengah cuaca yang panas. Menanam semangka dengan cara hidroponik memerlukan perhatian khusus. Masa panen semangka hidroponik adalah 2-3 bulan setelah ditanam.

Seperti halnya melon, maka budidaya hidroponik semangka ini membutuhkan tempat yang luas.

Hidroponik Anggur

Karena tumbuh merambat, pohon anggur sering dijadikan sebagai tanaman hias juga di pekarangan rumah. Namun, anda juga bisa menanamnya dengan cara hidroponik. Perlu diperhatikan, jika ingin menanam anggur hidroponik adalah harus terkena sinar matahari yang cukup.

3. Jenis Tanaman Hidroponik Lainnya

Sebenarnya tanaman yang memiliki manfaat kesehatan tidak hanya sayuran dan buah-buahan, namun ada jenis tanaman yang tidak bisa masuk dalam dua kategori tersebut. Seperti misalnya Tanaman mint (Mentha Piperita). Tanaman mint adalah salah satu tanaman dari marga Lamiaceae yang merupakan tanaman asli dari negara-negara di Eropa.

Tanaman mint dimanfaatkan daunnya sebagai bahan baku obat maupun industri lainnya seperti makanan, minuman, pasta gigi, obat kumur hingga minyak oles. Daun mint kaya akan minyak alami yang mampu mengurangi masalah kesehatan terutama infeksi bakteri.

Tanaman mint ini bisa juga dibudidayakan dengan sistem hidroponik sehingga anda akan memperoleh keuntungan yang sama seperti tanaman sayuran dan buah-buahan yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik.

11 Perlengkapan dan Peralatan Hidroponik yg Diperlukan

perlengkapan dan peralatan hidroponik

Untuk memulai menanam dengan sistem hidroponik kita harus menyiapkan beberapa peralatan dan perlengkapan agar proses penanaman memperoleh hasil seperti yang diharapkan.

Sebenarnya banyak sekali alat-alat yang terdapat dalam bertanam secara Hidroponik, namun terdapat beberapa alat hidroponik utama yang diperlukan untuk Hidroponik sederhana. Point penting disini dalah bagaimana tanaman Hidroponik anda bisa tumbuh, tidak perlu berbagai macam alat seperti pe-Hidroponik profesional.

1. Netpot Pot Hidroponik

Netpot adalah istilah untuk wadah atau pot tanaman yang biasanya berukuran kecil dan berlubang. Selain itu NetPot juga merupakan media untuk menyimpan media tanam tempat tumbuhnya tanaman hidroponik. Ukuran netpot biasanya sudah disesuaikan dengan ukuran lubang pada Hole Saw. sehingga netpot tidak jatuh pada aliran nutrisi.

Hole Saw adalah Mata bor yang bentuknya khusus membentuk sebuah lubang atau lingkaran sehingga tingkat kerapihan pada saat pembuatan lubang pada PVC lebih baik. Hole saw banyak dijual di online shop atau di toko bangunan yang cukup besar,

Netpot merupakan salah satu peralatan hidroponik sederhana yang sebenarnya dapat anda buat sendiri di rumah. Untuk mengganti netpot anda dapat menggunakan gelas plastik bekas air mineral atau gelas plastik yang sudah tak terpakai lagi dan kemudian dilubangi seperti netpot.  Penggunaan netpot dari gelas plastik beas air mineral lebih ekonomis dan tentunya ramah lingkungan.

2. Media Tanam untuk Hidroponik

Media tanam adalah tempat dimana nantinya tanaman hidroponik anda tumbuh. Pada umumnya atau normalnya setiap tanaman membutuhkan tanah sebagai medianya, namun berbeda dengan tanaman yang digunakan menggunakan sistem hidroponik yang konsepnya adalah mengganti tanah dengan media lainnya.

Rockwool

Rockwool adalah salah satu bahan yang umumnya digunakan dalam metode tanam menggunakan sistem hidroponik yang berfungsi sebagai media tanam. Rockwool terbuat dari batuan basalt yang dipanaskan dengan suhu sangat tinggi sehingga membentuk busa dan terbentuklah rockwool. Rockwoll banyak dipilih karena sifatnya yang permanen, daya serap airnya baik dan mudah diaplikasikan.

Rokwoll Merupakan bahan non-organik yang terbuat dari campuran batuan basalt dan pasir yang berbentuk serat. Awal mulanya, bahan ini digunakan sebagai pelengkap konstruksi pabrik, industri, kantor dan sebagainya. Pertama kali Rockwool diciptakan pada abad 1800-an dan dikenal dengan nama isolasi mineral wool bahkan isolasi batu wool.

Terbuat dari apakah rockwool? Kita bisa tahu dari arti namanya, rock adalah batu. Rockwool adalah batu yang dipanaskan sehingga akhirnya berbentuk seperti spon yang mampu menyerap air dengan banyak. Kegunaan rockwool adalah sebagai media tanam pertama/penyemaian benih.

Rockwool tidak bisa digantikan dengan spon, kassa atau kapas karena tidak dapat menyimpan air dengan banyak dan strukturnya tidak keras sehingga tidak dapat sebagai tempat pijakan akar tanaman.

Arang Sekam

Arang sekam padi biasa digunakan sebagai pupuk dan bahan baku briket arang. Sekam yang digunakan bisa diperoleh ditempat penggilingan padi. Selain digunakan untuk arang, arang sekam sering (sekam bakar atau sebak). sekam padi juga sering dijadikan bekatul untuk pekan ternak. Arang sekam juga bisa digunakan sebagai campuran pupuk dan media tanam di persemaian. Hal ini karena sekam padi memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan air sebagai cadangan makanan.

Cocopeat

Cocopeat blok (serbuk sabut kelapa) yang merupakan serbuk sisa pengolahan dan penguraian dari sabut kelapa yang dicetak berbentuk kubus memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Pengolahannya cukup sederhana, namun dapat mengangkat harga cocopeat.

Cocopeat blok sering dimanfaatkan oleh perusahaan pembuat karbon batrai atau juga sebagai media tanam. Penggunaan cocopeat selama ini di dalam negeri banyak digunakan sebagai media tanam pengganti tanah, atau sebagai campuran pembuatan pupuk organik.

Kerikil / Pasir

Kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir. Kerikil sering digunakan sebagai media untuk budi daya tanaman secara hidroponik. Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar.

Perlu anda perhatikan bahwa kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin.

Pecahan Genteng atau Batu Bata

Pecahan batu bata juga dapat dijadikan alternatif sebagai media tanam. Seperti halnya bahan anorganik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar. Sebaiknya, ukuran batu-bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat kecil, seperti kerikil, dengan ukuran sekitar 2-3 cm. Semakin kecil ukurannya, kemampuan daya serap batu bata terhadap air maupun unsur hara akan semakin balk. Selain itu, ukuran yang semakin kecil juga akan membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik.

Hidrogel

Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik. Penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien karena tidak perlu repot-repot untuk mengganti dengan yang baru, menyiram, atau memupuk.

Selain itu, media tanam ini juga memiliki keanekaragaman warna sehingga pemilihannya dapat disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. Oleh karenanya, hal tersebut akan menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang diletakkan di ruang tamu atau ruang kerja.

Perlite dan Vermiculite

Vermiculite adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan H’,lum. Berdasarkan sifatnya, vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah.

Vermikulit dapat menurunkan berat jenis, dan meningkatkan daya serap air jika digunakan sebagai campuran media tanaman. Jika digunakan sebagai campuran media tanam, vermikulit dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman hidroponik.

3. Digital pH meter dan TDS meter

Digital PH meter digunakan untuk mengukur kadar keasaman air yang akan digunakan untuk campuran nutrisi hidroponik. Kadar PH air yang baik untuk sistem hidroponik adalah dibawah 10. Dengan menggunakan PH meter anda dapat lebih tepat dalam mengukur PH air, PH air yang tinggi dapat menyebabkan terhambatnya penyerapan nutrisi sehingga dapat meghambat perkembangan tanaman.

Kadar keasaman larutan nutrisi dan media tanam perlu dijaga untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal. Untuk mengetahui kadar pH media tanam atau nutrisi digunakanlah pH meter.

TDS Meter  digunakan untuk mengukur ppm dalam lauratn nutrisi hidroponik yang telah disiapkan. Karena tingkat kebutuhan akan nutrisi tiap tanaman berbeda sehingga perlu diukur dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman tersebut.

4. Benih Tanaman Hidroponik

Benih bisa dikategorikan sebagai peralatan yang dibutuhkan dalam metode hidroponik meskipun sebenarnya benih adalah bahan dan bukan suatu alat. Bibit tanaman hidroponik hampir sama dengan bibit tanaman untuk metode tanam lainnya.

Sebagai produsen bibit tanaman, kami menyediakan bibit tanaman khusus pertanian atau perkebunan hidroponik. Saat memeilih benih sebaiknya perhatikan sisi kualitas dan ekonomisnya terutama jika anda ingin memproduksi tanaman untuk tujuan komersil.

5. Site – Bak plastik – Ember atau Container

Selain netpot (seperti yang disebutkan dan dijelaskan diatas) juga wadah untuk menempatkan tanaman, dalam metode hidroponik sedrhana dibutuhkan wadah untuk menampung air dan nutrisi yang terlarut. Bak atau ember plastik dapat digunakan untuk keperluan tersebut. Pilihlah bak atau wadah plastik yang tidak bocor dan jangan lupa untuk membersihkannya sebelum digunakan.

Site dipergunakan untuk menyimpan air nutrisi yang akan dialirkan kedalam pipa atau talang. namun ember atau container ini bisa tidak digunakan bila menggunakan sitem wick.

sebaiknya media penyimpanan air nutrisi ini berwarna gelap atau tidak transparan karena jika transparan nutrisi akan terpapar sinar matahari sehingga merangsang tumbuhnya lumut yang dapat mengganggu Ph dan kadar nutrisi.

6. Pipa Paralon / Pipa PVC atau Talang Air

Tidak hanya bak atau wadah plastik saja yang dapat digunakan untuk menampung air atau nutrisi yang diperlukan tanaman yang menggunakan sistem hidroponok. Pipa paralon bekas dengan ukuran yang cukup besar dapat digunakan untuk menampung air dan nutrisi hidroponik.

Fungsi dari Pipa ini adalah untuk media menyimpan/mengalirnya nutrisi hidroponik. biasanya pipa PVC yang digunakan adalah ukuran 3″ pipa ini tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil sehingga pas untuk menampung dan mengalirkan air pada volume yang sesuai. Pipa ini akan kita buat lubang dengan cara di bor dengan hole saw agar memperoleh besaran lubang yang sama dan rapih.

7. Sterofoam

Tentunya anda sudah tidak asing lagi dengan alatyang satu ini karena sering anda lihat sehari-hari. Busa sterofoam biasanya digunakan untuk meletakkan netpot atau wadah tanaman dan menahannya agar posisinya tetap stabil. Biasanya dalam metode hidroponik sterofoam akan dilubangi sesuai dengan ukuran netpot atau pot tanaman yang akan dimasukkan kedalamnya.

8. Sumbu Panel

Untuk menyalurkan nutrisi pada tanaman, dalam metode hidroponik diperlukan sumbu. Sumbu yang digunakan untuk menyalurkan nutrisi pada tanaman tersebut dapat dibuat dari kain flanel atau kain panel maupun sumbu kompor yang memiliki daya serap air yang cukup tinggi.

9. Pompa Air

Besar kecilnya pompa air disesuaikan dengan tinggi dan panjangnya sistem hidroponik yang akan dibuat. Jika sistemnya kecil jangan menggunakan pompa dengan kapasitas besar karena menjadi sia-sia biaya listrik yang dipergunakan. Pada pelaku hdiroponik pemula biasanya menggunakan pompa air untuk aquarium selain hemat listrik tapi juga mempunyai kemampuan daya hisap dan alir yang cukup memadai.

10. Nutrisi AB Mix dan Pemupukan Hidroponik

Nutrisi adalah salah satu peralatan yang juga dapat dikategorikan sebagai bahan dalam metode tanam sistem hidroponik. Nutrisi yang dimaksud disini adalah formula mineral atau zat-zat hara yang telah diracik sedemikian rupa untuk menumbuhkan suatu tanaman. Biasanya nutrisi tersebut akan diberikan secara berbeda tergantung pada jenis tanaman yang ditanam.

Nutrisi hidroponik adalah pupuk yang telah diformulasikan khusus dari garam-garam mineral yang larut dalam air, mengandung unsur-unsur hara penting yang diperlukan tanaman bagi tumbuh dan berkembang. Nutrisi ini terdiri dari 2 bagian yaitu bagian A dan bagian B, dan biasanya disebut AB mix.

Cara penggunaannya sangat mudah, hanya dengan mencampurkan masing-masing bagian A dan bagian B dengan air, satu persatu secara terpisah, sesuai petunjuk yang diberikan produsen nutrisi tersebut untuk menjadikan larutan stok / pekatan. Larutan stok ini perlu dicairkan lagi dengan air jika hendak digunakan.

Jangan mencampurkan larutan A dan Larutan B sekaligus karena akan terjadi pengendapan!!!.

Nutrisi AB Mix biasanya sudah di racik sedemikian rupa agar sesuai dengan jenis-jenis tanaman, misalnya nutrisi tanaman sayur, tanaman buah, dll.

Cara Pakai AB Mix

Tanaman hidroponik tidak hanya membutuhkan air saja, karena pertumbuhannya akan sangat terlambat karena tidak ada nutrisi lengkap yang diserap tumbuhan. Pada pertanian tradisional atau di tanah, nutrisi diambil dari kandungan hara tanah, maka untuk hidroponik, unsur hara ini digantikan oleh nutrisi AB-Mix yang memiliki unsur makro dan mikro nutrien.

Ada 2 jenis Nutrisi AB-Mix yang tersedia di pasaran, yaitu dalam bentuk cair seperti diatas dan bentuk padatan. Untuk bentuk padatan biasanya digunakan untuk pertanian Hidroponik skala besar. Untuk pemula biasanya menggunakan Nutrisi cair diatas karena mudah digunakan. Cara menggunakannya yaitu dengan mencampur 5ml cairan B kedalam 1 liter air, kemudian disusul 5 ml cairan A dimasukkan kedalam campuran tadi. 5 ml cairan A/B hampir setara dengan satu tutup botol cairan tersebut.

11. Air

Namanya juga sistem hidroponik tentunya air menjadi yang paling penting dalam sistem ini.  Air yang dipergunakan adalah air tawar bukan air laut atau air beracun/limbah ya.

Terdapat sejumlah jenis persyaratan air yang mesti terpenuhi, supaya bisa jadi media tumbuh tanaman yang baik dan maksimal demi keberhasilan budidaya tanaman secara hidroponik.

Berikut ini adalah sejumlah syarat  utama air  yang mesti  terpenuhi, agar air dapat jadi media tumbuh tanaman hidroponik :

1. Kandungan Mineral Dalam Air Hidroponik Harus Stabil

Air sering mengandung  mineral-mineral terlarut, dimana tidak seluruh mineral dapat bermanfaat. Namun  terdapat juga beberapa unsur mineral yang juga  berbahaya untuk  pertumbuhan tanaman  atau malah berbahaya untuk tubuh manusia jika nilai terlarutnya terlalu tinggi.

Di Indonesia, rata-rata air tanah mempunyai nilai mineral terlarut sebesar 150-250 ppm, sedangkan untuk air yang asalnya dari perusahaan daerah air minum (PDAM) mempunyai nilai mineral terlarut lebih tinggi diatas 250 ppm (part per million).

Nilai mineral terlarut yang terlalu tinggi, tidak cocok bagi media tumbuh tanaman hidroponik.  Sebab akan menghambat  kerja akar tanaman dalam menyerap nutrisi.

2. Memperhatikan Kualitas Air

Kualitas air yang dibolehkan pada tumbuhan hidroponik adalah air dengan kadar mineral 0-50 ppm. Tanaman akan dapat tumbuh  dengan  maksimal  di dalam air dengan kadar mineral rendah.

Hal ini akan berdampak terhadap nutrisi terlarut dan kemampuan akar dalam menyerap nutrisi tersebut. Semakin rendah nilai mineral terlarut didalam air (semakin mendekati nol) maka kualitas air akan semakin baik bagi tanaman hidroponik. Karena akar tanaman  dapat bekerja  dengan maksimum dalam menyerap dan memanfaatkan nutrisi  tersebut.

3. Menjaga Mineral Air Tetap Stabil

Bagaimana caranya Anda dapat mendapatkan air dengan kadar mineral terlarut yang rendah ? Jawabannya  yaitu dengan memanfaatkan teknologi filter air. Filter air dapat menyaring mineral-mineral terlarut didalam air, sampai dibawah 100 ppm.

4. Memperhatikan Nilai Ph

Nilai pH air akan sangat berdampak terhadap kemampuan akar tanaman dalam menyerap nutrisi. Hal ini berhubungan dengan kemampuan sel-sel akar tanaman ketika berinteraksi antara jaringan didalam tubuh tanaman dengan Nutrisi tanaman.

Tanaman hidroponik membutuhkan nilai pH optimal pada kisaran 5.5 – 6.5. Nilai pH diluar kisaran itu akan sangat menghambat kemampuan akar dalam menyerap nutrisi di dalam larutan.

Nilai pH dibawah 5 akan cenderung asam, dimana hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada  sel-sel akar tanaman. Begitu juga nilai pH yang berada di atas 6.5 akan cenderung bersifat basa, dimana akan lebih cenderung mencemari tanaman.

6 Cara Membuat Hidroponik Sederhana Untuk Pemula

Cara memulai budidaya hidroponik bagi pemula

Setidaknya terdapat enam teknik penanaman sistem hidroponik yang bisa Anda gunakan dalam berkebun. Keenam teknik ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing yang tentunya anda harus memilih teknik yang sesuai dengan minat Anda.

1. Wick System atau Hidroponik Sistem Sumbu

wick system (sistem sumbu pada hidroponik)

Sistem wick atau sistem sumbu ini termasuk sistem yang pasif dan nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu. Wick sistem hidroponik bekerja dengan baik untuk tanaman dan tumbuhan kecil. Namun perlu anda catat bahwa sistem hidroponik ini tidak bekerja dengan baik untuk tanaman yang membutuhkan banyak air.

Hidroponik sistem Wick menjadi teknik budidaya hidroponik yang banyak digunakan oleh pemula. Teknik ini cukup sederhana sebab dapat menggunakan berbagai bahan dan alat sederhana yang mudah di temukan di sekitar anda.

Pada teknik ini sebenarnya sama seperti lampu yang menggunakan sumbu, dimana api akan menyala karena adanya bahan bakar yang naik kepermuakaan sumbu. Begitu pula dengan teknik budidaya menggunakan sistem wick ini.

Terdapat dua lapisan wadah yang digunakan dimana bagian atas berisi media tanam, sedangkan bwadah  bawah berisi nutrisi. Kedua wadah disambungkan dengan sumbu yang nantinya akan membawa nitrisis naik kepermukaan media sebagaimana air yang cocok untuk hidroponik.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Wick

Tanaman hidroponik akan mendapatkan nutrisi dari wadah bagian atas. Teknik ini sangat sederhana dan dapat menjadi cara untuk menanam hidroponik bagi anda sebagai pemula.

Kelebihan sistem inj adalah harganya yang murah dan relatif terjangkau bahkan anda bisa membuatnya dari barang barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi, misalnya pemanfaatan botol bekas untuk media tanam.

Sedangkan kekurangannya, karena teknik ini sederhana, anda diharuskan untuk memeriksa kondisi dan jumlah larutan nutrisi setiap harinya.

Sistem wick sebaiknya digunakan untuk jenis tanaman kecil seperti sayuran kangkung, sawi, bayam dan lainnya. Perlu dicatat bahwa sistem ini tidak mampu bekerja terutama pada tanaman yang membutuhkan banyak air, oleh sebab itu anda harus selektif memilih jenis tanaman yang tepat. Sehingga kemudian anda tidak akan banyak mengalami kendala satat menanam dan juga nantinya dapat berhasil dalam proses penanamannya.

Tips dan Cara Membudidayakan Hidroponik Sderhana dengan Sistem Wick

Adapun cara menanam tanaman dengan menggunakan sistem wick dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Siapkan alat dan bahan beripa 1 buah botol bekal minuman mineral berukuran 1 liter.
  • Alat pemotong dan alat yang bisa melubangi.
  • Sumbu atau bisa juga menggunakan kain flanel.
  • Larutan nutrisi.
  • Langkah pertama adalah potong menjadi dua bagian bekas air mineral.
  •  Gabungkan dua bagian potongan tutup botol dengan cara membalik botol bagian atas.
  • Kemudian gabungkan kedua botol menggunakan sumbu. Pastikan bahwa sumbu dapat mengalirkan larutan nutrisi.
  • Kemudian isikan media yanam pada bagian atas botol, anda bisa menggunakan media arang sekam.
  • Tanamkan bibit tanaman pada media tanam.
  • Kemudian isikan larutan nutrisi kedalam botol bagian bawah.
  • Selalu ganti larutan nutrisi setiap 2-3 hari sekali.

Kunci dari budidaya hidroponik sistem wick adalah jangan sampai membiarkan larutan nutrisi kosong. Selalu ganti dengan rutin dan juga anda tetap.harus melakukan penyiraman.

Karena jumlah air yang dialirkan oleh sumbu jumlahnya akan terbatas dan belum dapat memenuhi kebutuhan air tanaman. Menggunakan sistem hidroponik wick berarti anda haris melakukan pemeliharaan dengan instensif. Sehingga faktor faktor kegagalan dapat anda minimalisir.

2. Ebb & Flow System atau Hidroponik Pasang-Surut

EBB dan Flow system pada hidroponik

Sebuah media tanaman ditempatkan di dalam sebuah wadah yang kemudian diisi oleh larutan nutrisi. Kemudian nutrisi dikembalikan ke dalam penampungan, dan begitu seterusnya. Sistem ini memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer. Pastikan Anda menggunakan wadah yang cukup besar dan atur jarak antar tanaman agar pertumbuhan tanaman tidak saling mengganggu.

Nama lain dari sistem ebb & flow system adalah flood and drain system, tapi di negara kita teknik seperti ini lebih dikenal dengan sebutan sistem hidroponik pasang-surut.

Kelebihan Sistem Ebb & Flow System Tanaman Hydroponic

Ebb & flow system lebih populer olah para hydroponics rumahan, karena memang mudah diaplikasikan di lahan sempit atau berukuran terbatas. Oleh karena itu, tak heran apabila membuat banyak orang makin penasaran dengan cara menanam hidroponik sistem ebb & flow system ini.

Kelebihan lain yang dimiliki oleh hidroponik ebb & flow sistem ini adalah tak memerlukan banyak biaya pengeluaran, karena teknik ini bisa diaplikasikan menggunakan dengan bahan apa saja dan bisa disesuaikan hendak ditanam di luar maupun di dalam ruangan. Selain itu, tak ada batasan untuk berkreasi dengan teknik penanaman ebb dan flow sistem ini.

Cara Menanam Hidroponik Sistem Ebb & Flow System

Sesuai namanya, sistem Ebb & Flow system atau sistem pasang surut, sehingga cara penerapannya pun dilakukan dengan mengaliri bagian akar tanaman dengan larutan nutrisi. Adapun pemasangan dan penerapannya dilakukan dengan cara berikut :

  1. Menahan dan menyuplai air dari wadah menuju masing-masing tanaman.
  2. Siapkan sebuah timer yang disematkan pada pompa air.
  3. Larutan nutrisi tersebut akan dipompa menggunakan selang dari reservoir ke bagian atas.
  4. Kemudian larutan nutrisi akan mengalir hingga melebihi kapasitas daya tampungnya, sehingga mampu merendam bagian akar tanaman.
  5. Ketika aliran nutrisi sudah mencapai kapasitas / tinggi maksimal, maka air nutrisi tersebut akan disurutkan kembali ke bagian reservoir.
  6. Dalam sistem ini harus tersedia tabung luap atau overflow yang difungsikan untuk mengatur batas tertinggi air.
  7. Aplikasi suplai larutan nutrisi pasang surut akan terjadi secara terus menerus pada tiap-tiap tanaman.

Perlu anda ketahui bahwa aplikasi hydroponics ebb & flow sistem ini bisa menggunakan alat dan bahan jenis apapun. Namun, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, diantaranya :

  • Wadah reservoir yang digunakan untuk menampung larutan nutrisi
  • Sebuah wadah sebagai penempatan akar tanaman
  • Sebuah pompa air mancur yang bisa diletakkan di dalam air
  • Sebuah timer, untuk turn off dan turn on pompa air
  • Tabung penyalur / beberapa meter selang
  • Tabung pengukur ketinggian air
  • Beberapa media tanam (ember, pipa, botol, tong sampah ataupun benda lainnya)

Cara menanam hydroponics sistem ebb dan flow system ini benar-benar sederhana, mudah serta tidak rumit untuk dilakukan. Terlebih lagi media tanam yang digunakan bisa berupa benda apa saja asalkan bisa menunjang pertumbuhan tanaman.

3. NFT (Nutrient Film Technique) System

NFT Sistem pada hidroponik

Saat ini NFT menjadi salah satu teknik budidaya hydroponics yang paling banyak digunakam baik untuk hidroponik skala rumahan hingga industri. Sistem ini merupakan cara yang paling populer dalam istilah hydroponics. Konsepnya cukup sederhana dengan menempatkan tanaman dalam sebuah wadah atau tabung dimana akarnya dibiarkan menggantung dalam larutan nutrisi.

NFT merupakan teknik hyddroponics yang telah dikembangkan sejak tahun 1960 an . Ialah Dr. A.J. Cooper di Glasshouse  Crops Little Research Institute Litlehampton Inggris. Kemudian mulai dikenal dan dimomersilkan pada tahun 1970 an.

Sistem NFT dapat terus menerus mengalirkan nutrisi yang terlarut dalam air sehingga tidak memerlukan timer untuk pompanya. NFT cocok diterapkan pada jenis tanaman berdaun seperti selada.

Teknik hydroponics NFT merupakan teknik budidaya dengan menumbuhkan tanaman pada media permukaan air yang berpenopang, dengan pengatuhan sirkulasi air oksigen dan juga pemberian nutrisi yang optimal.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik NFT

Pada era tahun 2000 an teknik NFT ini semakim populer dan dikenal masyarakat secara luas. Meskipun  dari segi pembuatannya anda harus merogoh kocek yang agak dalam hal itu tidak mengurangi kepopuleran teknik ini sebagaimana cara menanam jagung di  gelas palstik .

Kelebihan Teknik Hydroponics NFT

Banyak praktisi yang berpendapat bahwa penggunaan teknik NFT ini dapat dilakukan betkelanjutan atau tidak hanya sekali panen. Metode ini dapat digunakan beberap kali dikarenakan penopang media tanam yang digunakan cukup kuat dan awet serta tahan lama.

  • Secara umum teknik hydroponics menggunakan NFT memiliki beberapa kelebihan diantaranya :
  • Tanaman akan mendapatkan suplai air, oksigen dan nutrisis secara terus menerus.
  • Tak perlu melakukan penyiraman sehingga mempermudah perwatan
  • Lebih menghemat nutrisi dan air.
Kelemahan Sistem Hydroponics NFT

Seperti teknik lainnya, sisten NFT ini memiliki kekurangan dan kelemahan. kelemahan sistem NFT antara lain adalah :

  • Biaya pembuatan yang tergolong mahal.
  • Penularan penyakit akan lebih cepat, jika satu tanaman terkena penyakit maka tanaman yang berada dalam satu talang akan dapat terserang semua, bahkan tidak menutup kemungkinan dalam satu kit juga akan tertular.
  • Sistem hidroponik ini menggunakan listrik sebagai sumber dayanya, sehingga ketika liatrik padam maka alat ini tidak akan bisa bekerja.

Cara Membudidayakan Tanaman Hidroponik dengan Metode NFT

Cara membudidayakan tanaman hidroponik menggunakan metode NFT ini tergolong mudah dilakukan. Adapun cara menanam tanaman dengan sistem NTF dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Siapkan beberapa pipa dan talang, serta pompa.
  • Siapkan juga alat media styrofoam serta wadah atau bak air.
  • Lubangi pipa sesuai dengan jarak tanam, dan sesuaikan dengan jarak tanamnya.
  • Pastikan bahwa jarak tanam ukurannya sama.
  • Susun pipa atau talang yang telah dipersiapkan.
  • Siapkan penampung pada ujung pipa yang berukiran lebih rendah.
  • Jangan lupa pasang pompa untuk mengalirkan air dan nutrisi.
  • Konsep dasar cara ini adalah menanam tanaman pada bagian permukaan media dan bagian akar yang masuk kedalam air.
  • Air akan memeproleh sumber nutrisi dan juga air. .

Perlu anda perhatikan disini bahwa tidak semua tanaman bisa dibudidayakan menggunakan sistem atau metode NFT. Jenis tanaman yang biasa ditanam pada sistem ini, ialah tanaman sayuran hijau seperti kangkung dan bayam.

4. Aeroponic System arau Sistem Aeroponik

aeroponic system pada hidroponik

Kecanggihan sistem ini memungkinkan Anda memperoleh hasil yang baik dan tercepat dibandingkan sistem tanaman hidroponik lainnya. Hal ini disebabkan oleh larutan nutrisi yang diberikan berbentuk kabut langsung masuk ke akar, sehingga tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang banyak mengandung oksigen.

Aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam di udara tanpa mengunakan tanah. Di dalam aeroponik, tanaman tidak diberi media untuk tumbuhnya akar, melainkan dibiarkan terbuka dan menggantung pada suatu tempat yang telah dijaga kelembabannya.

Sistem aeroponik ini memerlukan air yang sudah berisi larutan hara yang nantinya akan disemburkan ke akar tanaman dalam bentuk kabut. Selanjutnya, akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut.

Cara Kerja Sistem Aeroponik

Secara umum ada tiga jenis sistem Aeroponik dari yang sederhana hingga yang “advance”. Adapun ketiga jenis sistem aeroponik ini antara lain :

  • Sistem aeroponik tekanan rendah => Sistem yang cukup sangat mudah untuk dipraktekkan, tetapi tentu saja karena sederhana konsekuensinya tidak terlalu efektif. Teknik ini menggunakan air nutrisi yang disemprotkan dengan pompa kecil / jet untuk memberikan nutrisi ke tanaman.
  • Sistem aeroponik tekanan tinggi => Menggunakan pompa tekanan tinggi yang menyemprotkan larutan yang kaya nutrisi ke akar.
  • Sistem aeroponik komersial => Selain menggunakan pompa tekanan tinggi, juga menggunakan sistem yang lebih kompleks dari matriks biologis. Perangkat yang ada umumnya terdiri dari pompa bertekanan teknologi, sistem anti-penyakit, alat pemanas dan pendingin, lampu untuk cahaya buatan, dan proses yang otomatis serta berjalan terus menerus.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Aeroponik

Jika anda tertarik menggunakan sistem aeroponik ini, sebaiknya anda simak beberapa kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan sistem Aeroponik
  • Tanaman mendapat suplai air, oksigen, dan nutrisi secara terus menerus
  • Lebih menghemat air dan nutrisi
  • Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman
  • Nutrisi lebih mudah diserap tanaman karena diberikan dalam ukuran kecil
Kekurangan sistem Aeroponik
  • Biaya pembuatan cukup mahal
  • Sistem hidroponik ini sangat tergantung pada listrik karena jika tidak ada listrik, maka sistem ini tidak bisa bekerja.

Cara Kerja Sistem Aeroponik dan Memulainya

Penyemprotan atau pengkabutan biasanya dilakukan setiap beberapa menit. Timer digunakan untuk mengontrol pompa penyemprot, tetapi pada sistem budidaya tanaman hidroponik aeroponic ini membutuhkan timer yang dapat mengatur siklus lebih pendek yang dapat mengatur pompa untuk hidup beberapa detik setiap beberapa menit yang berurutan (kontinyu).

Wawasan yang Anda Butuhkan untuk Metode Aeroponik
  1. Untuk memulai budi daya dengan sistem aeroponik, ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu. Beberapa di antaranya adalah menyiapkan alat-alat seperti jaringan irigasi sprinkler, jet pump, nozzle sprinkle, PVC, rockwool, styrofoam, larutan nutrisi dan benih tanaman.
  2. Langkah selanjutnya, sebelum dilakukan penanaman, benih terlebih dahulu disemai di rockwool yang disusun pada tray pembibitan. Sebelum disemai, benih direndam pada air untuk memacu perkecambahan. Rockwool diberi lubang, setiap lubang ditanami satu benih agar pertumbuhannya baik, kemudian benih disimpan di ruangan gelap agar cepat berkecambah. Setelah tumbuh minimal dua helai daun, bibit pada rockwool dipindah tanamkan pada styrofoam yang telah dilubangi dengan posisi akar menggantung.
  3. Akar tanaman ini nantinya akan menjuntai bebas ke bawah. Di bawah styrofoam terdapat sprinkler (alat pengabut) yang akan memancarkan kabut larutan nutrisi ke atas hingga mengenai akar. Sprinkler ini berfungsi untuk menciptakan uap air di sekeliling tanaman dan juga untuk memberikan lapisan air pada akar, sehingga suhu sekitar daun akan menurun dan evapotranspirasi akan berkurang.
  4. Pengabutan dapat diatur secara intermittend, nyala-mati (on-off) bergantian menggunakan timer, asal lama mati (off) tidak lebih dari 15 menit karena dikhawatirkan tanaman akan layu. Bila pompa dimatikan, butiran larutan yang melekat pada akar bisa bertahan selama 15-20 menit. Pengabutan dapat diberikan pada siang hari saja, namun cara ini kurang dianjurkan karena kesempatan pemberian nutrisi pada tanaman akan menyusut.
Perhatikan Pada Proses Respirasi Tanaman

Salah satu kunci keunggulan budidaya aeroponik ialah oksigenasi dari tiap butiran kabut halus larutan hara yang sampai ke akar. Selama perjalanan dari lubang sprinkler hingga sampai ke akar, butiran akan menambat oksigen dari udara hingga kadar oksigen terlarut dalam butiran meningkat.

Dengan demikian proses respirasi pada akar dapat berlangsung lancar dan menghasilkan banyak energi. Selain itu dengan pengelolaan yang terampil, produksi dengan sistem aeroponik dapat memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas tanaman hydroponic.

Penggunaan sprinkler ini dapat menjamin ketepatan waktu penyiraman, jumlah air dan keseragaman distribusi air di permukaan tanah secara terus-menerus selama produksi tanaman. Selain itu, sistem ini sangat cocok untuk digunakan pada tanaman yang memiliki masa panen sekitar satu bulan setelah pindah tanam, seperti selada, kangkung dan bayam.

5. Drip System atau Sistem Irigasi Tetes

Drip system pada hydroponik, tanaman hidroponik, hidroponik sederhana, hidroponik adalah, tanaman hydroponic, hydroponics

Sistem tetes (drip system) disebut juga sistem irigasi tetes merupakan cara yang cukup populer digunakan dalam berkebun tanaman hidroponik. Sistem ini menggunakan timer mengontrol pompa, sehingga pada saat pompa dihidupkan, pompa akan meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman. Dalam sistem hydroponics irigasi tetes, nutrisi dialiri setetes-tetes ke akar tanaman dengan bantuan pengatur waktu supaya tanaman dapat disirami sesuai dengan frekuensi penyiraman yang cocok bagi tanaman tersebut.

Prinsip Kerja Sistem Tetes untuk Tanaman Hydroponic

Sistem tetes ini menganut prinsip kerja yang sederhana, tidak membutuhkan banyak perlengkapan, serbaguna dan efektif. Banyak variasi sistem tetes yang dapat kita rancang dan bangun, semuanya tergantung dari imajinasi serta daya kreativitas kita. Prinsip kerja sistem ini sama seperti namanya, yaitu dengan meneteskan larutan nutrisi pada akar tanaman agar tetap lembab dan basah.

Sistem ini dapat dirancang dalam berbagai bentuk dan cara, sesuai kebutuhan dan lahan, dari skala kecil hingga besar. Sistem ini lebih efektif untuk tanaman yang agak besar, yang membutuhkan ruang lebih untuk pertumbuhan akar. Hal ini disebabkan karena kita tidak membutuhkan banyak air untuk pengairan, dan pipa atau selang tetes mudah ditarik secara memanjang.

Selain itu juga dibutuhkan lebih banyak media tanam pendukung untuk tanaman besar. Semakin banyak mrdia pendukung, semakin banyak air yang dapat diserap dan disimpan. Tanaman besar biasanya lebih tahan terhadap stress, tidak rewel atau sensitif terhadap keterlambatan waktu pengairan.

2 Jenis Sistem Tetes untuk tanaman hydroponic

Terdapat dua jenis sistem irigasi tetes yang umum digunakan untuk tanaman hidroponik. Akan tetapi meskipun berbeda keduanya memiliki persamaan yaitu secara terus menerus meneteskan air dan nutrisi ke tanaman.

1. Sistem Tetes Putar (sirkulasi)

Sistem ini lebih umum dan banyak diterapkan untuk perumahan / hobbyist. Prinsip kerjanya cukup sederhana; air yang telah dicampur nutrisi di dalam tandon dipompa dan dialirkan  untuk membasahi media tanam serta akar tanaman, turun ke wadah dan ditampung untuk dikembalikan ke dalam tandon. Disini dapat kita lihat sirkulasi air nutrisi, dipakai berulang-ulang, dipompa dari tandon, membasahi tanaman, ditampung dan kembali ke tandon.

Penggunaan metode sirkulasi ini dapat mengubah tingkat keasaman (pH) air serta perubahan kekuatan larutan nutrisi di dalamnya karena pemakaian yang berulang-ulang. Untuk itu dibutuhkan pengecekan rutin untuk menyeimbangkan kembali tingkat pH air serta kekuatan larutan nutrisi di dalamnya dengan menambah / mengurangi air maupun larutan nutrisi.

2. Sistem Tetes Habis (non-sirkulasi)

Sistem tanaman hidroponik ini lebih umum dipakai untuk tujuan komersial dan prinsip kerjanya juga sedikit berbeda. Air nutrisi yang dialirkan tidak didaur ulang, melainkan langsung dibuang apabila ada kelebihan. Meskipun kedengarannya agak boros namun pada kenyataanya kelebihan yang dibuang juga tidak banyak. Hal ini bisa tercapai karena penggunaan pengatur waktu (cycle timers) dimana tetesan air dapat diatur sampai ke detik bila diperlukan.

Sistem pengairan dilakukan dengan meneteskan larutan nutrisi selama waktu yang dibutuhkan, cukup untuk membasahi media tanam, diserap dan disimpan untuk nantinya dapat diakses oleh akar tanaman sehingga hampir tidak ada yang terbuang.

Dari waktu ke waktu, media tanam yang dipakai akan dibilas dengan air bersih untuk membersihkan endapan nutrisi yang terjadi. Perawatan yang dibutuhkan untuk sistem ini lebih sedikit dibanding dengan sistem sirkulasi karena nutrisi yang dipakai tidak didaur ulang ke dalam tandon, melainkan langsung dibuang atau habis. Jadi kita tidak perlu lagi untuk melakukan check rutin tingkat pH serta jumlah nutrisi dalam tandon. Perlu dicatat air larutan nutrisi di dalam tandon harus selalu diaduk agar tidak terjadi endapan mineral.

Kelebihan dan Kekurngan Sistem Irigasi Tetes Hidroponik adalah :

Seperti halnya metode atau sistem tanaman hidroponik lainnya, drip sistem atau sistem tetes ini juga meiliki kelebihan dan kekurangan. Jika anda tertarik membudidayakan tanaman hidroponik dengan sistem tetes maka bisa pelajari dan simak beberapa kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Sistem Tetes pada Tanaman Hydroponic adalah :
  • Masalah akar kurang mendapat cairan nutrisi dapat dihindari, karena cairan nutrisi langsung diteteskan ke akar tanaman.
  • Akar mendapat oksigen yang memadai, karena akar tanaman tidak pernah sampai terendam dalam air. Cairan nutrisi tetes melewati akar membawa oksigen segar bersamanya.
  • Biaya konstruksi irigasi sistem yang murah. Tidak dibutuhkan tempat penampungan cairan nutrisi yang besar dan tidak dibutuhkan valves atau keran.
  • Sistem irigasi tetes sangat sederhana dan komponennya juga sedikit, sehingga kemungkinan gagalnya kecil.
  • Cairan nutrisi ditetes langsung ke setiap akar tanaman.
  • Menghemat listrik. Cairan nutrisi dapat dipompa ke penampungan cairan yang diletakkan ditempat yang agak tinggi dan cairan turun tetes karena grafitasi bumi. Pompa tidak perlu jalan 24 jam.
Kelemahan sistem hydroponics irigasi tetes
  • Terkadang pada media tanam yang licin permukaannya seperti kerikil atau yang tidak begitu menyerap air, cairan nutrisi tetes dan langsung mengalir kebawah melalui sebagian akar saja, sehingga akar-akar yang lain tidak mendapatkan cairan nutrisi yang memadai.
  • kadang-kadang selang tetesnya tersumbat karena adanya kotoran pada cairan nutrisi. disarankan pakai filters sebelum cairan nutrisi dialiri melalui selang ke seluruh tanaman.
  • Kesalahan manusia. Kadang karyawan mencabut selang tetes dan lupa menaruh kembali, mengakibatkan tanaman tidak teraliri cairan nutrisi.
  • Selang tetes tidak tertanam kedalam akar dengan benar, sehingga cairan nutrisi membasahi permukaan media tanam, hal ini menyebabkan tumbuhnya lumut yang subur pada permukaan tanaman dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

6. Water Culture System atau Floating Hydroponic Sistem (FHS)

deep water culture atau teknik terapung untuk hidroponik, tanaman hidroponik, tanaman hydroponic, hidroponik adalah, hidroponik sederhana

Floating Hydroponic Sistem (FHS) merupakan sistem hidroponik sederhana yang dikembangkan pertama kali oleh Jensen (1980) di arizona dan Massantini (1976) di Italia. Sistem Floating atau terapung ini, menempatkan tanaman di rakit dan mengapung yang mengandung nutrisi hidroponik. Dengan sistem hydroponics ini, akar tanaman terendam dalam air dan udara diberikan kepada akar tanaman melalui pompa akuarium dan diffuser udara. Semakin gelembung yang lebih baik, tanaman akar akan tumbuh dengan cepat untuk mengambil air nutrisi.

Cara budidaya tanaman dengan sistem hydroponic Water Culture

Water Culture atau floating system terapung ini merupakan sistem tanaman hydroponic yang cukup sederhana. Bahan-bahannya mudah dicari di toserba dan bahkan bisa menggunakan barang bekas yang terdapat dirumah Anda. Wadah yang digunakan untuk menyangga tanaman hidroponik adalah (yang diletakan didalam netpot) pada umumnya terbuat dari Styrofoam atau bahan lain yang bisa mengapung diatas air.

Air tempat mengapungnya tanaman hydroponic bukan air biasa, namun mengandung nutrisi yang cukup. Dibutuhkan pompa udara untuk memompa udara ke dalam larutan air dan nutrisi serta air stone yang dapat membuat gelembung-gelembung sebagai suply oksigen ke akar-akar tanaman (Aerator / water pump).

  • Tanaman hydroponic diletakan pada netpot kemudian diletakan didalam Styrofoam atau tanaman bisa langsung ditancapkan pada lubang dalam styrofoam dengan bantuan busa atau media lain agar tanaman tetap tegak.
  • Jika dibutuhkan, dapat ditambahkan penyangga tanaman dengan tali, benang atau lainnya yang penting tidak merusak tanaman.
  • Styrofoam dapat dilapisi dengan plastik mulsa agar tahan lama.
  • Bak penampung biasanya mempunyai kedalaman antara 10 – 20 cm dengan kedalaman larutan nutrisi antara 6 – 10 cm agar oksigen dalam udara masih terdapat di bawah permukaan Styrofoam

Alat-alat yang dibutuhkan untuk memulai budidaya tanaman hydroponic dengan menggunakan metode hidroponik sederhana ini antara lain :

  • Styrofoam
  • Busa atau media lain yang dapat digunakan untuk menegakkan tanaman
  • Netpot
  • Tali / benang jika diperlukan
  • Wadah air (baki, atau kolam buatan dari plastik)

Kelebihan dan kekurangan Water Culture System untuk Tanaman Hydroponic

Tidak ada sirkulasi larutan air dan nutrisi pada sistem ini, larutan air dan nutrisi hanya dibiarkan berada pada bak penampung atau kolam, dan diperlukan pengontrolan kepekatan larutan dalam jangka waktu tertentu jika tidak menggunakan aerator/water pump  (Bak penampungan digoyang 2 kali setiap satu minggu). Kontrol ini perlu dilakukan karena dalam jangka waktu yang cukup lama akan terjadi pengkristalan dan pegendapan larutan nutrisi (pupuk cair) dalam dasar kolam yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hydroponic.

Sistem tanaman hidroponik ini dapat digunakan untuk daerah dengan sumber energi listrik yang terbatas karena energi listrik yang dibutuhkan tidak terlalu besar, karena hanya dibutuhkan untuk menghidupkan aerator/water pump.

Kelebihan Water Culture System bagi tanaman hydroponic
  • Tanaman hydroponic mendapat suplai air dan nutrisi secara terus menerus
  • Lebih menghemat air dan nutrisi
  • Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman
  • Biaya pembuatan cukup murah
Kekurangan Water Culture Sistem terhadap tanaman hydroponic
  • Oksigen akan susah didapatkan tanaman hydroponic tanpa bantuan alat (aerator, airstone)
  • Akar tanaman lebih rentan terhadap pembusukan

======================================================================================

Tag :

hidroponik adalah, tanaman hidroponik adalah, tanaman hidroponik sederhana, sistem hidroponik sederhana, cara hidroponik sederhana, hidroponik sederhana bekasi, hidroponik adalah, hidroponik sederhana, perangkat hidroponik sederhana, jual alat hidroponik sederhana, hidroponik sederhana adalah, kiat hidroponik sederhana, hidroponik adalah, hidroponik sederhana cikarang, hidroponik  sederhana bekasi, hidroponik sederhana karawang, hidroponik sederhana bogor, rancangan hidroponik sederhana, hidroponik adalah, hidroponik adalah, cara hidroponik adalah, nutrisi hidroponik adalah, ab mix hidroponik adalah,

hidroponik sederhana, kiat hidroponik sederhana, tanaman hidroponik sederhana bekasi, tanaman hidroponik sederhana cikarang, hidroponik adalah, hidroponik sederhana efektif, hidroponik sederhana toko, jual hidroponik sederhana, hidroponik adalah, cara hidroponik adalah, nutrisi hidroponik adalah, ab mix hidroponik adalah, hidroponik adalah, hidroponik adalah, hidroponik adalah, cara hidroponik adalah, nutrisi hidroponik adalah, ab mix hidroponik adalah,

Penjual dan Toko Hidroponik Sederhana dan hidroponik Lengkap

penjual dan toko hidroponik

Tanamanmart adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan dan penjualan bibit tanaman buah unggul. Atas keberhasilan kami mengembangkan dan menjual bibit buah dan tanaman di Indonesia, maka Kami siap melayani anda untuk memenuhi kebutuhan hidroponik. Karena kami melihat sistem hidroponik adalah merupakan solusi masyarakat modern.

Barang-barang yang kami sediakan adalah semua yang berkaitan dengan tanaman buah dan hydroponics, mulai dari bibit hydroponics, perangkat hidroponik sederhana, nutrisi tanaman hydroponic, kit, rockwool bahkan mulai dari yang paling sederhana kami sediakan sebagai toko hydroponics yang lengkap.

Nantikan juga pelatihan hydroponics yang kami selenggarakan secara reguler dengan di bimbing oleh praktisi yang telah berpengalaman.

 

Tag :

tanaman hydroponic, jual tanaman hydroponic, tanaman hydroponic Cikarang, Tanaman hydroponic Bekasi, Aneka Tanaman Hydroponic, toko tanamanan hydroponic, tanaman hydroponic online, tips tanaman hydroponic, tanaman hydroponic sederhana, tanaman hydroponic sayuran, tanaman hydroponic unggul, hidroponik adalah, hidroponik sederhana, perangkat hidroponik sederhana, jual alat hidroponik sederhana, hidroponik sederhana adalah, kiat hidroponik sederhana, hidroponik sederhana cikarang, hidroponik  sederhana bekasi, hidroponik adalah, hidroponik adalah, cara hidroponik adalah, nutrisi hidroponik adalah, ab mix hidroponik adalah,

hidroponik sederhana karawang, hidroponik sederhana bogor, rancangan hidroponik sederhana, contoh hidroponik sederhana, kiat hidroponik sederhana, tanaman hidroponik sederhana bekasi, tanaman hidroponik sederhana cikarang, jual hidroponik sederhana, hidroponik sederhana toko, hidroponik adalah, hidroponik adalah, cara hidroponik adalah, nutrisi hidroponik adalah, ab mix hidroponik adalah, hidroponik adalah, hidroponik adalah, cara hidroponik adalah, nutrisi hidroponik adalah, ab mix hidroponik adalah,

 

Showroom dan Marketing Office TanamanMart :

Kota Delta Mas Zona Amerika Jalan Pasadena Raya (Depan SDIT Nurrahman Cluster El Verde) Pasirranji Cikarang Pusat Kab.Bekasi Jawa Barat 17531

Phone: (021) 2909 4048

HP      : 0812-1303-0404 (SMS/WA/TELP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *