Posted on

Jenis dan Macam Pupuk Hayati dan Organik Serta Manfaat dan Cara Pembuatannya

pupuk organik jenis dan manfaatnya

Apa yang dimaksud dengan pupuk organik? – Kita sama-sama mengetahui, untuk membuat tanaman tumbuh dengan baik, berbuah lebat (untuk tanaman buah) diperlukan pupuk, mereka perlu nutrisi terutama unsur-unsur nitrogen , fosfor, dan kalium. Sedangkan unsur sulfur, kalsium, magnesium, besi, tembaga, seng, dan boron merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikronutrien). Pupuk sendiri berfungsi sebagai salah satu sumber zat hara buatan yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan nutrisi pada tumbuhan.

Zat hara adalah bermacam-macam mineral yang terdapat di dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Zat hara juga merupakan sari makanan dalam bentuk cair. Mineral tersebut dalam bentuk cair yang dapat diserap oleh akar untuk disalurkan ke zat hijau daun.

Definisi Pupuk Organik

pengertian pupuk organik

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.

Pengertian organik sendiri secara umum adalah yang berkaitan dengan suatu organisme, benda hidup atau kehidupan di alam semesta yang ditunjukkan dengan hubungan yang harmonis antara unsur-unsur keseluruhan serta ditandai dengan pengembangan secara bertahap atau alami. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa organik berkaitan dengan yang alami, teratur dan seimbang.

Dengan demikian tentunya anda dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Menurut Peraturan Menteri Pertanian NOMOR 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk organik, Pupuk hayati dan Pembenahan tanah bahwa Pengertian Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan / atau bagian hewan dan / atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan / atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Dapatkan pupuk organik terbaik di tanamanmart:

Aneka Jenis Pupuk Organik dan Manfaatnya

jenis pupuk organik

Terdapat bermacam-macam pupuk organik juga jenisnya yang bisa anda gunakan untuk bibit tanaman buah agar memperoleh hasil sesuai harapan. Pembagian pupuk organik umumnya berdasarkan jenis (bentuk) dan macamnya (dari unsur apa pupuk tersebut dibuat).

Jenis dari Pupuk Organik

Pupuk organik sendiri mempunyai 2 Jenis yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair, kedua jenis pupuk organik tersebut sama saja yakni dihasilkan dari bahan-bahan organik yang tidak menyebabkan pencemaran dan residu terhadap tanaman, berikut penjelasan jenis-jenis pupuk organik :

  • Pupuk organik padat adalah Pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik yang berbentuk padat dan tidak mudah menguap, misalnya dari dedaunan, kotoran hewan dan bahan lapukan lainnya. Contoh dari pupuk organik padat adalah pupuk kompos, Bokashi, dan pupuk kandang.
  • Pupuk Organik Cair adalah pupuk organik yang dibuat dari bahan padat yang terlebih dahulu dilakukan perendaman atau difermentasi dengan menggunakan cairan, sehingga unsur hara yang ada didalam bahan padat tadi dapat menyatu dengan air dan airnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk sedangkan bahan padat tadi dibuang. Contoh pupuk organik cair adalah MOL atau mikro organisme lokal.

Kategori Pupuk Organik

Dari kedua jenis pupuk yang sudah disebutkan diatas, maka akan dikenal atau dibedakan macamnya berdasarkan unsur pembuatannya. Untuk lebih jelas tentang macam-macam pupuk organik silahkan anda simak dibawah ini:
  1. Pupuk Bokashi

Pupuk Bokashi merupakan pupuk yang menggunakan bahan hijau-hijauan untuk diolah dan difermentasikan menggunakan EM4 sehinga menjadi lunak dan bisa diaplikasikan terhadap tanaman, bahan hijauan dari pupuk Bokashi diantaranya rumput, daun jarak dan daun-daun lainnya yang mudah lunak.

EM4 (Effective Microorganisms-4) adalah suatu cairan yang berwarna kecokelatan dan beraroma manis asam (segar) yang mana di dalamnya terkandung campuran dari beberapa mikroorganisme hidup yang bermanfaat serta menguntungkan guna proses penyerapan atau persediaan unsur hara di dalam tanah.

  1. Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah satu pupuk yang sering anda jumpai, karena pupuk kandang merupakan pupuk yang dihasilkan dari kotoran hewan yang diendapkan dan bisa difermentasikan dengan tujuan menghilangkan kadar amoniak yang tinggi yang terdapat pada kotoran hewan tersebut.

  1. Pupuk Kompos

Pupuk kompos merupakan pupuk yang menggunakan metode pengomposan atau pelapukan, pupuk kompos ini biasanya berbahan organik yang mudah atau sudah lapuk seperti jerami, daun, dedak dan lain-lain. Sama halnya dengan pupuk lainnya pupuk kompos bisa diaplikasikan didalam tanah dan bisa ditaburkan di area tanaman.

  1. Pupuk Seresah atau pupuk sisa dedaunan

Pupuk yang sering anda gunakan namun mungkin anda tidak mengetahui namanya, pembuatan pupuk ini sangat sederhana hanya mengandalkan pembusukan yang bertahap secara alami dan biasanya dedaunan atau jerami dibuat mulsa alami atau hanya dihamparkan saja.

Mulsa adalah bahan untuk menutup tanah sehingga kelembaban dan suhu tanah sebagai media tanaman terjaga kestabilannya, disamping itu dapat menekan pertumbuhan gulma sehingga tanaman akan tumbuh lebih baik.

  1. Mikro organisme lokal (MOL)

Mol atau mikro organisme lokal merupakan bahan-bahan yang tidak dimanfaatkan kemudian difermentasikan seperti nasi bekas, pepaya busuk, nanas busuk, air kelapa dan lainnya.

Manfaat yang berbeda Pada Jenis dan Macam Pupuk Organik

Sebagaimana yang sudah anda ketahui sesuai penjelasan diatas bahwa pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik juga dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Manfaat Pupuk Kandang

Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urin) hewan. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro.

Pupuk kandang padat banyak mengandung unsur hara makro, seperti fosfor, nitrogen, dan kalium. Unsur hara mikro yang terkandung dalam pupuk kandang di antaranya kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan molibdenum. Kandungan nitrogen dalam urin hewan ternak tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kandungan nitrogen dalam kotoran padat. Pupuk kandang terdiri dari dua bagian, yaitu:

  1. Pupuk dingin => pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan secara perlahan oleh mikroorganisme sehingga tidak menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran sapi dan kerbau.
  2. Pupuk panas => pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran kambing, kuda, dan ayam.

Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan – bahan anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik. Selain itu, pupuk kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bisa optimal.

Pupuk kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri bersuhu dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang belum siap digunakan. Penggunaan pupuk yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman.

Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, sehingga penguapan unsur hara dapat berkurang. Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling baik dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman.

Manfaat Pupuk Hijau

Yang dimaksud dengan Pupuk hijau adalah pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih hijau atau setelah dikomposkan. Sumber pupuk hijau dapat berupa sisa-sisa tanaman (sisa panen) atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil pupuk hijau, seperti kacang-kacangan dan tanaman paku air (Azolla).

Jenis tanaman yang dijadikan sumber pupuk hijau diutamakan dari jenis legume, karena tanaman ini mengandung hara yang relatif tinggi, terutama nitrogen dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Tanaman legume juga relatif mudah terdekomposisi sehingga penyediaan unsur haranya menjadi lebih cepat. Pupuk hijau bermanfaat untuk meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah, sehingga terjadi perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktifitas tanah dan ketahanan tanah terhadap erosi.

Legume adalah salah satu dari ribuan spesies tanaman dalam keluarga kacang-kacangan, yaitu famili Leguminosae. Kacang-kacangan tersebut memiliki polong berbentuk cangkang, yang ketika matang, polong tersebut terbagi menjadi dua belah. Famili legume merupakan bahan makanan terpenting nomor dua bagi manusia setelah padi-padian. Misalnya kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, kacang buncis dll.

Tanaman sumber pupuk hijau biasa digunakan sebagai :

  1. Tanaman pagar => tanaman pupuk hijau ditanam sebagai tanaman pagar berseling dengan tanaman utama.
  2. Tanaman penutup tanah => pada saat tanah tidak ditanami tanaman utama dan tanaman pupuk hijau ditanam bersamaan dengan tanaman pokok berupa tanaman tahunan.

Manfaat Pupuk Kompos

Pupuk Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa. Bahan dari ternak yang sering digunakan untuk kompos di antaranya kotoran ternak, urine, pakan ternak yang terbuang, dan cairan biogas. Tanaman air yang sering digunakan untuk kompos di antaranya ganggang biru, gulma air, eceng gondok, dan Azolla.

Beberapa kegunaan kompos adalah:

  • Memperbaiki struktur tanah.
  • Memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir.
  • Meningkatkan daya tahan dan daya serap air.
  • Memperbaiki drainase dan pori – pori dalam tanah.
  • Menambah dan mengaktifkan unsur hara.

Kompos digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman. Kompos yang layak digunakan adalah yang sudah matang, ditandai dengan menurunnya temperatur kompos (di bawah 400C).

Manfaat Humus

Humus adalah material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan daun-daunan dan ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami dekomposisi) yang akhirnya mengubah humus menjadi bunga tanah, dan kemudian menjadi tanah.

Bahan baku untuk humus berasal dari daun ataupun ranting pohon yang berjatuhan, limbah pertanian dan peternakan, industri makanan, agroindustri, kulit kayu, serbuk gergaji (abu kayu), kepingan kayu, endapan kotoran, sampah rumah tangga, dan limbah-limbah padat perkotaan.

Humus merupakan sumber makanan bagi tanaman, serta berperan baik bagi pembentukan dan menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga berperan dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan air. Selain itu, humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu dalam menahan pupuk anorganik larut-air, mencegah penggerusan tanah, menaikkan aerasi tanah, dan menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau senyawa-senyawa organik toksik. Kandungan utama dari kompos adalah humus.

Humus merupakan penentu akhir dari kualitas kesuburan tanah, jadi penggunaan humus sama halnya dengan penggunaan kompos.

Pupuk Organik Buatan

Pupuk Organik Buatan adalah pupuk organik yang diproduksi di pabrik dengan menggunakan peralatan yang modern. Beberapa manfaat pupuk organik buatan, yaitu:

  • Meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
  • Meningkatkan produktifitas tanaman.
  • Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun.
  • Menggemburkan dan menyuburkan tanah.

Pada umumnya, pupuk organik buatan digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman, sehingga terjadi peningkatan kandungan unsur hara secara efektif dan efisien bagi tanaman yang diberi pupuk organik tersebut.

Cara Membuat Pupuk Organik Yang Termudah Dilakukan

Cara membuat pupuk organik

Selain membelinya, pupuk organik sebenarnya bisa anda buat sendiri karena bahan-bahan (unsur-unsur) tersedia di alam dan sekitar anda. Berikut adalah panduan singkat pembuatannya.

Cara Pembuatan Pupuk Kandang Secara Alami

Pupuk kandang yang dibuat dan berasal dari sisa-sisa kotoran hewan (saya ambil contoh sapi) dapat dilakukan secara terbuka dan tertutup, dan tentu saja anda harus mempersiapkan apa yang dibutuhkan sesuai uraian di bawah ini:

Cara Pembuatan Pupuk Kandang Secara Terbuka

Sesuai dengan namanya, proses pembuatan pupuk kandang ini dilakukan dengan cara menimbun kotoran sapi di tempat terbuka sehingga akan mengalami proses dekomposisi atau penguraian oleh mikroorganisme yang berlangsung di udara bebas. Biasanya proses dekomposisi dengan cara terbuka bisa berlangsung dengan cepat, tetapi akan menimbulkan resiko polusi udara bagi lingkungan sekitarnya (terutama aromanya yang menyengat di hidung ^^).

Berikut ini adalah langkah cara pembuatan pupuk kandang secara alami dari kotoran sapi di tempat terbuka:

  • Jemur kotoran sapi di bawah sinar matahari selama dua hari supaya kadar airnya berkurang.
  • Setelah dijemur, pindahkan ke lokasi yang beratap, tapi tanpa dinding agar sirkulasi udara lancar. Biarkan selama dua pekan sampai matang. Sebaiknya tempat penimbunan ini letaknya lebih tinggi dari tanah di sekitarnya, agar pada saat hujan turun timbunan kotoran sapi tidak tergenang.
  • Setelah dua bulan, kotoran sapi telah menjadi pupuk kandang yang siap digunakan.

Cara Pembuatan Pupuk Kandang Secara Alami Dengan Cara Tertutup

Cara pembuatan pupuk kandang secara alami dari kotoran sapi dengan cara tertutup dilakukan dengan cara menimbun kotoran sapi di dalam lubang yang atasnya diberi atap. Kelebihan cara ini yaitu kotoran sapi tidak menyebar ke mana-mana, tetapi prosesnya lebih lama, dan pupuk kandang yang dihasilkan tidak terlalu kering. Proses pembuatan pupuk kandang secara tertutup dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Buatlah lubang di tanah dengan ukuran sesuai jumlah kotoran sapi yang akan diproses. Sebaiknya, dinding lubang dilapisi  semen untuk mencegah rembesan air dari luar lubang. Dasar lubang dibiarkan apa adanya agar air yang masih terdapat pada kotoran bisa meresap ke bawah.
  • Masukkan kotoran sapi kedalam lubang, tetapi jangan sampai penuh.
  • Untuk mencegah proses pengemasan, taburkan kapur pertanian secara tipis merata ke atas permukaan kotoran, lalu timbun dengan tanah.
  • Biarkan selama 3 – 4 bulan sampai kotoran sapi terdekomposisi  secara sempurna menjadi pupuk yang siap digunakan.

Cara Pembuatan Pupuk Hijau

Terdapat berbagai macam cara pembuatan pupuk hijau, ada yang bisa diaplikasikan secara langsung dan ada yang didekomposisikan terlebih dahulu. Proses pembuatan pupuk hijau secara langsung sangat sederhana, yaitu sisa daun-daunan dikubur di dalam tanah saat pengolahan tanah ataupun pembuatan bedengan.

Cara pembuatan melalui dekomposisi yaitu daun-daunan di fermentasi terlebih dahulu dengan tujuan unsur hara dapat diserap langsung oleh tanaman tanpa harus melalui proses dekomposisi terlebih dahulu di dalam tanah. Kelemahan dari pupuk hijau ini yaitu kandungan unsur haranya sedikit, sehingga membutuhkan bahan yang sangat banyak.

Bahan dan Komposisi:

  • 200 kg daun atau sampah dapur.
  • 10 kg dedak halus.
  • ¼ kg gula pasir/gula merah.
  • ¼ liter bakteri.
  • 200 liter air atau secukupnya.
  • dapat juga ditambah pupuk kandang agar proses penguraian menjadi lebih cepat sehingga cepat terbentuk.

Cara Pembuatan:

  1. Daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
  2. Campurkan dedak halus atau bekatul dengan daun.
  3. Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
  4. Masukkan bakteri ke dalam air.
  5. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
  6. Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.
  7. Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.

Pupuk Organik Cair Dari Limbah Rumah Tangga

Selain dedaunan hijau, limbah rumah tangga dapat digunakan untuk dijadikan pupuk organik cair. Limbah rumah tangga dalam ruang lingkup pembuatan pupuk organik cair ini adalah sampah rumah tangga terutama bahan bahan organik yang berasal dari makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan yang sudah tidak digunakan lagi, sayur-sayuran yang tidak layak dikonsumsi, hewan laut yang sudah basi dan lain-lain.

Tapi perlu diingat ada jenis sampah yang sulit dan tidak bisa terurai seperti plastik. Oleh karena itu sampah rumah tangga berupa plastik kresek, botol-botol bekas, pembalut, popok bayi, dan limbah yang sulit busuk seharusnya ditempatkan secara terpisah di tempat sampah khusus dan tidak diikutkan di dalam pembuatan pupuk organik cair.

Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Organik

kelebihan dan kekurangan pupuk organik

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, bahwa pupuk organik tersusun dari materi makhluk hidup. Pupuk jenis ini sangat baik digunakan untuk tanaman buah juga tanaman lainnya. Pupuk organik memiliki kandungan hara yang lengkap meskipun nilainya masih dibawah pupuk kimia. Bahkan di dalam pupuk organik juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik (humic acids), asam fulvat (fulvic acid), dan senyawa-senyawa organik lain.

Berbeda dengan pupuk kimia yang kaya akan zat hara, pupuk organik mempunyai kadar hara yang rendah. Namun perlu anda ingat bahwa tumbuhan tidak hanya membutuhkan zat hara saja, keseimbangan unsur lain dalam nutrisi juga sangat diperlukan.

Kelebihan yang Dimiliki Pupuk Organik

Alam memberikan apa yang dibutuhkan oleh semua mahkluk hidup, termasuk manusia, hewan dan tumbuhan. Ketiga jenis mahkluk hidup ini sebenarnya sudah dirancang untuk saling memiliki ketergantungan antara satu dan lainnya. Demikian juga dengan apa yang dinamakan pupuk yang berasal dari proses alam (pupuk organik), memiliki banyak keuntungan / kelebihan bagi tanaman. Berikut beberapa kelebihannya:

  • Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Kondisi ini tidak dimiliki oleh pupuk buatan (anorganik).
  • Pupuk organik mengandung asam – asam organik, antara lain asam humik (humic acids), asam fulvat (fulvic acid), hormon dan enzym yang tidak terdapat dalam pupuk buatan yang sangat berguna baik bagi tanaman maupun lingkungan dan mikroorganisme.
  • Pupuk organik mengandung makro dan mikro organisme tanah yang mempunyai pengaruh yang sangat baik terhadap perbaikan sifat fisik tanah dan terutama sifat biologis tanah.
  • Memperbaiki dan menjaga struktur tanah.
  • Menjadi penyangga pH tanah.
  • Menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan.
  • Membantu menjaga kelembaban tanah.
  • Aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun.
  • Tidak merusak lingkungan.

Kekurangan dari Pupuk Organik

Proses pembuatan pupuk organik tidak bisa dikatakan praktis meskipun kenyataannya tidaklah terlalu sulit. Kebutuhan akan zat hara menjadi permasalahan untuk penggunaannya pada tanaman. Berikut dijelaskan beberapa kekurangan dari pupuk organik.

  • Kandungan unsur hara jumlahnya kecil, sehingga jumlah pupuk yang diberikan harus relatif banyak bila dibandingkan dengan pupuk anorganik.
  • Karena jumlahnya banyak, akan mengakibatkan adanya tambahan biaya operasional untuk pengangkutan dan implementasinya.
  • Dalam jangka pendek, apalagi untuk tanah-tanah yang sudah miskin unsur hara, pemberian pupuk organik harus dalam jumlah besar sehingga menjadi beban biaya tersendiri bagi para petani.

Istilah 4T Pada Pemupukan Untuk Hasil yang Maksimal

cara memupuk tanaman

4 T merupakan singkatan yang terdiri dari Tepat Dosis, Tepat Tempat, Tepat Waktu dan Tepat Cara. Jika 4T dipenuhi maka hasil dari pemupukan tanaman yang anda lakukan akan  optimal dan tentu saja produksi tanaman juga akan maksimal. Berikut penjelasan tentang 4T :

  • Tepat Dosis

Tepat dosis berarti dosis yang anda berikan kepada tanaman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman itu sendiri, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, karena produksi akan maksimal jika dosis yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Oleh karena itu saat ini banyak perusahaan besar di Indonesia yang mendirikan riset khusus untuk menghitung dosis yang tepat untuk tanaman mereka.

  • Tepat Tempat

Tepat tempat berarti tempat dimana anda menaburkan pupuk harus tepat. Misalnya untuk tanaman sawit maka harus di tabur di piringan dengan jarak 50 Cm dari batang, sedangkan untuk tanaman palawija berjarak 20 cm dari batang. Tujuannya adalah agar pupuk dapat diserap oleh tanaman dan bukan meracuni tanaman itu sendiri.

  • Tepat Waktu

Tepat waktu berarti anda harus memberikan pupuk pada saat yang tepat. Dalam hal ini berarti sesuai dengan waktu pupuk dibutuhkan oleh tanaman dan juga sesuai dengan karakteristik pupuk untuk menghindari kehilangan unsur hara.

Misalnya tanaman kelapa sawit dari hasil penelitian membutuhkan unsur fosfor (P) secara terus menerus sepanjang tahun sehingga jika anda menggunakan pupuk TSP maka kurang cocok sebab TSP adalah pupuk pelepas cepat sehingga hanya tersedia dalam waktu singkat, oleh karenanya sangat di anjurkan agar petani kelapa sawit menggunakan pupuk Rock Phosphate sehingga sesuai dengan kebutuhan sawit sebab pupuk tersebut adalah pelepas lambat dan harganya lebih murah.

  • Tepat Cara

Tepat cara berarti cara menaburkan pupuk harus tepat. Cara yang benar untuk menabur pupuk adalah dengan disebar bukan ditumpuk karena resiko kehilangan lebih sedikit.

Kapan Pupuk Organik Mulai Digunakan Oleh Manusia Untuk Tanaman?

sejarah pupuk organik

Penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian itu sendiri. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah mulai pada permulaan dari manusia mengenal bercocok tanam lebih dari 5.000 tahun yang lalu. Bentuk primitif dari pemupukan untuk memperbaiki kesuburan tanah terdapat pada kebudayaan tua manusia di negeri-negeri yang terletak di daerah aliran sungai seperti sungai Nil di Mesir, Eufrat di Timur Tengah, Indus di Pakistan, sungai-sungai di sebagian wilayah Cina, Amerika Latin dsb. Lahan-lahan pertanian yang terletak di sekitar aliran-aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun.

Indonesia Mengenal Pupuk Organik Sejak Lama

Di Indonesia, pupuk organik sebenarnya sudah lama dikenal oleh para petani. Mereka bahkan hanya mengenal pupuk organik sebelum Revolusi Hijau turut melanda pertanian di Indonesia. Setelah Revolusi Hijau kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena dinilai lebih praktis penggunaannya. Disamping itu jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan pupuk organik, harganyapun relatif murah karena di subsidi dan mudah diperoleh. Kebanyakan petani sudah sangat tergantung kepada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Hal ini terlihat pada saat terjadi kelangkaan pupuk dan harga pupuk naik karena subsidi pupuk dicabut.

Kesadaran Dampak Negatif Pupuk Buatan Terhadap Lingkungan

Tumbuhnya kesadaran pada sebagian petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan, telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional kembali ke pertanian organik. Pertanian jenis ini mengandalkan kebutuhan hara melalui pupuk organik dan masukan-masukan dari bahan alami lainnya.

Petani Berupaya Kembali Menggunakan Pupuk Organik dan Hayati

Penggunaan pupuk hayati sudah lama dikenal untuk membantu tanaman dalam memperbaiki nutrisinya. Pupuk hayati pertama yang dikomersialkan adalah rhizobia. Proses inokulasi benih dengan biakan nutrisinya telah dipatenkan oleh dua orang ilmuwan Jerman, F. Nobbe dan L. Hiltner. Inokulan ini dipasarkan dengan nama Nitragin, yang sudah sejak lama diproduksi di Amerika Serikat.

Pada tahun 1930-an dan 1940-an jutaan hektar lahan di Uni Soviet yang ditanami dengan berbagai tanaman diinokulasi dengan Azotobacter. Bakteri ini diformulasikan dengan berbagai cara dan disebut sebagai pupuk bakteri Azotobakterin. Pupuk bakteri lain yang juga telah digunakan secara luas di Eropa Timur adalah fosfobakterin yang mengandung bakteri Bacillus megaterium. Bakteri ini diduga menyediakan fosfat yang terlarut dari pool tanah ke tanaman. Tetapi penggunaan kedua pupuk ini kemudian terhenti. Baru setelah terjadinya kelangkaan energi di dunia karena krisis energi pada tahun 1970-an dunia memberi perhatian terhadap penggunaan pupuk hayati.

Azotobacter merupakan bakteri gram-negatif aerob nonsimbiotik yang berfungsi sebagai pengikat N bebas sehingga bakteri ini mempunyai pengaruh terhadap sifat fisik dan kimia tanah dalam meningkatkan kesuburan tanah.

Pada waktu pertama kali, perhatian lebih dipusatkan pada pemanfaatan rhizobia, karena memang tersedianya nitrogen yang banyak di atmosfer. Kemudian juga pengetahuan tentang bakteri penambat nitrogen ini sudah banyak dan pengalaman menggunakan pupuk hayati penambat nitrogen sudah dikenal cukup lama.

Pembuatan Inokulan rhizobia di Indonesia

Di Indonesia sendiri pembuatan inokulan rhizobia dalam bentuk biakan murni rhizobia telah dimulai sejak tahun 1938, akan tetapi hanya untuk keperluan penelitian. Sedangkan dalam skala komersial pembuatan inokulan rhizobia dimulai di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta sejak tahun 1981 untuk memenuhi keperluan petani transmigran.

Pada waktu itu inokulan diberikan kepada petani sebagai salah satu komponen dalam paket yang diberikan dalam proyek intensifikasi kedelai. Penyediaan inokulan dalam proyek ini berdasarkan pesanan pemerintah kepada produsen inokulan, yang tadinya hanya satu produsen saja menjadi tiga produsen. Inokulan tidak tersedia di pasar bebas, tetapi hanya berdasarkan pesanan.

Sulitnya Memperoleh Pupuk Organik dan Hayati

Karena persaingan yang tidak sehat dalam memenuhi pesanan pemerintah ini, dan baru berproduksi kalau ada proyek, mengakibatkan ada produsen inokulan yang terpaksa menghentikan produksi inokulannya, padahal mutu inokulannya sangat baik. Perkembangan penggunaan inokulan selanjutnya tidak menggembirakan. Baru setelah dicabutnya subsidi pupuk dan tumbuhnya kesadaran terhadap dampak lingkungan yang disebabkan oleh pupuk buatan, membangkitkan kembali perhatian terhadap penggunaan pupuk hayati.

Penggunaan pupuk organik dan hayati sampai sekarang terkendala karena kesulitan dalam memperolehnya. Penyebabnya antara lain:

  1. Kebanyakan pupuk organik dan pupuk hayati diproduksi oleh pengusaha kecil dan menengah.
  2. Mayoritas produksi pupuk organik hanya untuk digunakan sendiri.
  3. Jumlah pengguna pupuk organik dan pupuk hayati masih sangat terbatas.

Pengembangan dan Penggunaan Pupuk Organik Di Indonesia

Pupuk organik komersial yang kebanyakan diproduksi banyak dipakai untuk tanaman hias pot di kota-kota besar. Baru belakangan ini perusahaan pupuk BUMN Pupuk Sriwijaya sudah mulai memproduksi pupuk organik. Penggunaan pupuk organik dilakukan pada tingkat usaha tani dengan menggunakan limbah pertanian / limbah ternak yang ada di usaha tani yang bersangkutan.

Beberapa perusahaan pertanian/perkebunan seperti kelapa sawit, nanas, jamur merang mengolah limbahnya menjadi kompos untuk kebutuhan sendiri. Penggunaan pupuk hayati pernah terdata dengan baik selama beberapa waktu, yaitu ketika pupuk hayati (inokulan rhizobia) merupakan salah satu komponen paket produksi untuk proyek intensifikasi kedelai pemerintah. Pemerintah mengadakan kontrak pesanan inokulan untuk seluruh areal intensifikasi kedelai. Karena adanya sistem kontrak ini beberapa pabrik inokulan berdiri karena dengan sistem ini produksi inokulan mereka terjamin pembelinya.

Pada periode 1983-1986, inokulan (Legin) sebanyak 68.034,67 kg telah digunakan untuk menginokulasi tanaman kedelai seluas 453.564 ha pada 25 provinsi di Indonesia. Pada musim tanam tahun 1997/1998, jenis inokulan lain (pupuk hayati majemuk Rhizoplus) sebanyak 41.348,75 kg digunakan untuk menginokulasi 330.790 ha kedelai di 26 provinsi tanah air. Perkembangan penggunaan inokulan Legin tiap tahun sejak tahun 1981-1995 tidak menunjukkan tendensi meningkat. Dengan pencanangan “Go organic 2010” oleh Departemen Pertanian diharapkan akan menunjang perkembangan pupuk organik dan hayati di Indonesia. Selain itu juga mulai dilaksanakannya sistem pertanaman padi SRI oleh para petani mendorong mulai diproduksinya pupuk kompos oleh para petani.


Dapatkan produk bibit buah berkualitas hanya di tempat kami.

Untuk informasi lebih lengkap silahkan berkunjung langsung ke lokasi atau hubungi sales marketing :

Showroom dan Marketing Office :

Jl.Tegal Danas No.38 Kp.Bugelsalam RT.001 RW.003 Ds.Sertajaya Kec.Cikarang Timur Kab.Bekasi 17823 ( Belakang Stadion Wibawa Mukti / Depan SMPN 1 Cikarang Timur )

Phone: (021) 2851 2658

HP      : 0812-8466-9886 (SMS/WA/TELP)

BBM      :D5F65FEF

Summary
Pupuk Organik
Article Name
Pupuk Organik
Description
Pengertian lengkap pupuk organik mulai dari jenis, macam, cara pembuatan dan manfaatnya untuk tanaman buah.
Author
Publisher Name
Tanaman Mart
Publisher Logo


Dapatkan Katalog Lengkap Bibit
Tanaman buah unggul

Tinggalkan Balasan