Posted on

Pembudidayaan Tanaman Buah Menggunakan Metode Vegetatif Cangkok

cara mencangkok pohon buah mangga alpukat jambu air dan bol

Cara mencangkok merupakan salah satu metode pembiakan atau reproduksi vegetatif  buatan yang sering  dilakukan dalam proses perbanyakan tanaman dengan tujuan untuk mendapatkan bibit pohon yang memiliki sifat yang sama dengan induknya dan lebih cepat menghasilkan / cepat berbuah. Disebut buatan, karena metode ini berbeda sama sekali dengan cara alami dimana biasanya proses reproduksi tanaman buah berasal dari biji, kemudian tumbuh menjadi tunas hingga tumbuh sempurna menjadi pohon buah. Metode ini bisa diterapkan untuk kebanyakan pohon buah seperti mangga, alpukat, jambu air, jambu bol dan tanaman lainnya.

Mengetahui Cara Mencangkok Saja Tidak Cukup

Saya yakin anda pernah mengikuti pelajaran IPA di sekolah dasar dan biologi di sekolah tingkat lanjutan. Umumnya terdapat pembahasan mengenai tumbuhan termasuk metode pembiakan tumbuhan secara buatan. Anda sudah dikenalkan dengan berbagai macam reproduksi tumbuhan termasuk mencangkok. Nah, pastinya ada banyak dari kita yang sudah melupakannya. Yang terbayang saat mendengar kata mencangkok berarti dahan pohon terbungkus plastik dan diikat yang didalamnya terdapat tanah.pengetahuan cara cangkok

Perkenalan mencangkok yang dikenalkan pada pelajaran sekolah saja tidak cukup ketika anda dihadapkan pada profesi dan pekerjaan yang menuntut hasil yang seharusnya.

Lalu, bagaimana cara mencangkok yang benar? Banyak masyarakat (mungkin termasuk anda) yang belum mengetahui secara mendalam tentang hal ini. Dengan tujuan untuk mengetahui lebih dalam metode cara mencangkok yang benar untuk menghasilkan suatu produk pertanian yang bermanfaat dan dapat dihasilkan dengan tidak memakan banyak biaya, maka saya buat artikel ini untuk membantu pemahaman anda terkait metode vegetatif buatan pencangkokan tanaman.

Dalam pertanian, pencangkokan adalah suatu cara perbanyakan vegetatif tanaman dengan membiarkan suatu bagian tanaman menumbuhkan akar sewaktu bagian tersebut masih tersambung dengan tanaman induk. Dalam literatur bahasa Inggris pencangkokan disebut sebagai air layering. Dalam pengertian teknis di Indonesia ada jenis layering lain yang dikenal sebagai perundukan (ground layering).

Pada pencangkokan (dikenal juga sebagai marcotting), suatu bagian batang (biasanya adalah cabang) dikerat kulitnya hingga terlihat kayu. Bagian yang terbuka ini lalu dibungkus dengan bahan yang dapat menyimpan air dan kemudian dibebat dengan bahan kedap air, seperti plastik. Hormon tumbuhan perangsang perakaran kadang – kadang diberikan. Setelah beberapa minggu biasanya akar telah cukup banyak terbentuk dan anakan ini dipisahkan dari pohon induk.

Keuntungan dan Kerugian Mencangkok

keuntungan dan kerugian cangkok tanaman

Cara perkembangbiakan tumbuhan dan tanaman dengan mencangkok adalah sangat penting terutama untuk buah-buahan. Karena rasa dan bentuk buah yang dihasilkan biasanya akan sama persis dengan induknya (mempertahankan kualitas). Berbeda jika perkembangbiakan di lakukan dengan menanam dari biji, terkadang tanaman yang dihasilkan tidak sama dengan kriteria yang dimiliki oleh induknya.

Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Akan tetapi, tumbuhan hasil cangkokan biasanya mudah roboh, karena sistem perakarannya adalah serabut, oleh karena itu berhati-hatilah pada saat menanamnya.

Kelebihan Tumbuhan yang di Reproduksi dengan Cara Mencangkok

Alasan utama mencangkok tumbuhan terutama buah-buahan adalah untuk mempertahankan kualitasnya, baik itu frekuensi berbuahnya, kelebatannya, rasa manisnya, hingga kandungan vitaminnya. Istilah kloning  mungkin tepat untuk menggambarkannya, yang tidak bisa didapatkan dari reproduksi alami.

Kloning adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik.

Berikut ini adalah beberapa kelebihannya:

1. Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat berbuah

Tanaman hasil cangkokan memiliki keunggulan yaitu cepat berbuah bila dibanding dengan tanaman yang berasal dari biji. Karena tanaman hasil cangkokan didapatkan dari pohon induk yang pernah berbuah, jadi tentu saja akan cepat untuk berbuah.

2. Tumbuhan yang dicangkok memiliki sifat yang sama dengan induknya

Jika anda ingin memiliki tanaman yang sama dengan tanaman induknya, hasil buahnya juga sama, rasa buahnya juga sama, maka mencangkok adalah salah satu alternatifnya. Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya.

3. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi

Jika anda memilih menanam tanaman hasil cangkokan, maka dapat dipastikan anda akan cepat berhasil dalam melakukan pembudidayaan tanaman tersebut. Berbeda jika anda memilih menanam dengan menanamkan bijinya langsung, akan kecil kemungkinan untuk berhasil.

4. Dengan cara mencangkok ukuran pohon dapat diatur sehingga relatif pendek

Tanaman hasil budidaya dari cangkok biasanya sudah dapat berbuah meskipun memiliki ukuran yang tidak tinggi. Bahkan pohon yang masih pendekpun sudah dapat berproduksi dan menghasilkan buah, tidak seperti tanaman yang didapatkan dengan cara budidaya menggunakan biji atau cara generatif.

5. Tanaman hasil cangkok mempunyai manfaat lain sebagai tanaman hias

Dikenal dengan istilah tabulampot (tanaman buah dalam pot), selain tidak membutuhkan tempat yang luas dan tidak harus tertanam di tanah (bisa menggunakan media tanam pot), pohonnya tidak tinggi, namun tetap bisa berbuah lebat. Klik disini untuk mengetahui segala hal tentang tabulampot.

Kekurangan Cara Mencangkok Pada Tumbuhan dan Tanaman

Ini merupakan hukum alam pada kehidupan. Apapun yang dihasilkan dengan cara yang singkat tanpa melalui proses dan tahapan yang seharusnya, biasanya memiliki beberapa kelemahan. Tidak hanya manusia tumbuhan pun memerlukan proses demikian. Berikut ini adalah kelemahannya

1. Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering

Salah satu kelemahan tanaman hasil cangkokan yaitu tanaman tersebut tidak tahan apabila musim kemarau datang. Dengan demikian diperlukan penyiraman rutin agar tanaman tidak mati.

2. Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang

Karena memiliki akar serabut, tanaman hasil cangkokan relatif mudah untuk roboh apabila terkena angin kencang . Berbeda dengan tanaman berakar tunggang. Ingin mengetahui perbedaan akar tunggang dan serabut? Klik disini.

3. Tajuk pada pohon induk cenderung akan mudah rusak

Tanaman induk akan menjadi rusak karena banyaknya cabang yang dipotong. Sehingga bisa saja tanaman induk cepat mati.

4. Terbatasnya jumlah cangkokan pada tanaman induk

Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara ini.

Kriteria dan Syarat Tanaman Untuk Dicangkok

kriteria cara mencangkok pohon

Meskipun mencangkok sangat identik dengan pembudidayaan tanaman agar sifat baik induknya tidak hilang, ternyata tidak semua jenis tanaman dan tumbuhan bisa dikembangbiakan dengan cara mencangkok. Contoh tanaman yang tidak bisa dicangkok diantaranya adalah pohon kelapa, tebu, mentimun, semangka, dan lain sebagainya. Sementara contoh pohon yang bisa dicangkok adalah jambu, mangga, rambutan, durian, dan lain sebagainya. Dibawah ini adalah beberapa syarat dari tanaman yang memungkinkan untuk dicangkok.

Syarat Paling Utama Tanaman Berkambium

Umumnya, tanaman berkambium baik penghasil buah ataupun bukan dapat dibudidayakan dengan cara mencangkok. Ciri-ciri tanaman berkambium adalah tanaman tersebut biasanya merupakan tanaman berbatang keras (kayu) yang bisa dikupas kulitnya. Kambium terletak diantara kulit dan batang kerasnya.

Kambium adalah lapisan jaringan meristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Kambium ditemukan pada batang dan akar. Berdasarkan jaringan tetap yang dibentuknya, dikenal dua kelompok kambium, yaitu kambium gabus (felogen, phellogen) dan kambium pembuluh (vascular cambium).

Syarat Cara Mencangkok Tanaman Buah

Metode pembudidayaan tanaman buah dengan cara mencangkok umumnya dilakukan untuk mempertahankan sifat dan keunggulan induknya. Dengan pembiakan menggunakan biji, kualitas hasil buah yang diperoleh saat dipanen terkadang tidak sama baiknya. Tanaman merupakan salah satu produk pertanian yang paling menjanjikan karena kandungan nutrisi buahnya sangat bermanfaat bagi tubuh manusia disamping rasanya yang enak dan menyegarkan. Buah dengan kualitas yang baik tentu akan memiliki nilai jual yang tinggi dan laku keras di pasaran.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal ada beberapa syarat yang harus terpenuhi diantaranya:

Pohon cukup umur

Syarat cukup umur harus terpenuhi agar bibit yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus. Tanaman ini bisa dicangkok pada saat pohon telah berusia setidaknya dua tahun dan memiliki banyak percabangan.

Pohon yang sudah berbuah

Mencangkok tanaman buah sebaiknya dilakukan pada pohon indukan yang sudah pernah berbuah. Semakin tua usia pohon akan semakin baik (asal masih dalam masa produktif). Hal ini dilakukan agar kita bisa tahu kualitas dari buah yang dihasilkan oleh pohon tersebut.

Kualitas induk tanaman buah harus bagus

Untuk mencangkok tanaman buah, pilihlah tanaman yang selalu menghasilkan buah banyak dan berkualitas bagus (misalnya buah tersebut berukuran besar, jarang busuk, rasa buahnya enak, jarang diserang hama, dsb). Jika kita menggunakan pohon indukan seperti itu, maka bibit hasil cangkokan anda tentunya merupakan bibit yang berkualitas bagus.

Klik disini untuk mendapatkan bibit buah varietas unggul.

Ketahui Teknik Cara Mencangkok

teknik cara mencangkok

Dalam proses mencangkok, pastinya diperlukan teknik untuk melakukannya. Saat ini setidaknya ada dua jenis teknik mencangkok, yakni teknik tradisional dan teknik kontemporer (hidroponik).

  • Teknik mencangkok secara tradisional adalah teknik mencangkok dengan menggunakan media cangkok berupa tanah yang dibungkus kain, sabut kelapa, atau plastik dengan banyak ventilasi untuk pengairan.
  • Teknik kontemporer merupakan teknik mencangkok dengan media cangkok berupa air yang dicampur dengan nutrisi hidroponik.

Kelebihan Teknik Mencangkok Kontemporer Dibandingkan Tradisional

Teknik kontemporer sebenarnya lebih sederhana dari tradisional, hanya saja memerlukan kondisi dahan yang khusus agar media bisa ditempatkan dengan baik. Yang dibutuhkan dari teknik ini adalah gelas / botol plastik yang telah dipotong, tali, air dan nutrisi hidroponik. Sementara dahan yang dipilih merupakan dahan yang cenderung miring ke atas, bukan kesamping (karena tidak memungkinkan untuk menahan air).

Jika dalam teknik tradisional anda perlu mengupas seluruh bagian kulit yang telah dikerat dan menghilangkan kambiumnya dari batang keras pohon untuk kemudian diberi media tanah, dalam teknik hidroponik hanya perlu membuat sayatan atau mengupas sebagian kulit tanpa harus melepaskan dari dahannya.

Setelah itu salah satu sudut bibir gelas atau botol plastik yang telah berisi air dan nutrisi hidroponik bisa diselipkan diantara kulit kayu yang disayat dan batang keras. Masukkan kulit kayu tersebut dalam gelas atau botol plastik, setelah itu ikat agar gelas / botol plastik tersebut tidak lepas / terjatuh.

Biasanya dalam waktu dua bulan atau kurang dari dua bulan, kulit kayu yang anda masukkan dalam larutan air dicampur nutrisi hidroponik akan mengeluarkan akar. Setelah akar tersebut muncul, barulah anda bisa memotong dahan tersebut untuk di tanam di lahan pembesaran selanjutnya.

Keuntungan dari teknik kontemporer adalah tidak diperlukan menyiram dahan yang dicangkok. Hanya saja anda harus memastikan agar air dalam gelas / botol tersebut tidak habis.

Langkah-langkah Cara Mencangkok Yang Benar

cara mencangkok yang benar

Bagaimana langkah-langkah cara mencangkok (dengan cara tradisional) tanaman buah yang baik? Dari manakah memulainya? Berikut dijelaskan langkah demi langkah untuk melakukan proses mencangkok pada tanaman agar memperoleh hasil terbaik dan terhindar dari kegagalan.
  1. Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk mencangkok tanaman. Terdiri dari :
    • Pisau
    • Tanah subur
    • Sabut kelapa / kain / plastik
    • Tali
    • Lap bersih
    • Dahan pohon yang berukuran panjang minimal 1 meter (baik yang telah memiliki banyak cabang atau yang belum sama sekali)
  2. Pilihlah pohon yang kira-kira memiliki kualitas bagus, berbuah banyak, rasa buah enak, jarang diserang hama, tumbuh subur, dan memiliki dahan yang banyak. Pilihlah dahan yang dikehendaki, bisa dahan dengan ukuran kecil atau dahan yang besar.
  3. Setelah memilih dahan yang akan dicangkok, kupaslah kulit dahan dengan menggunakan pisau. Kupas kurang lebih sepanjang 20 cm. Setelah dahan tersebut terkupas kulitnya, bersihkan kambium yang menempel pada dahan keras dengan menggunakan lap bersih.
  4. Usahakan agar batang keras tersebut tidak terlalu mendapatkan banyak luka ketika kulitnya dikupas dengan menggunakan pisau.
  5. Setelah kambium dibersihkan, tunggulah dahulu kira-kira 30 menit agar dahan dan kulit pohon tersebut selesai mengeluarkan getahnya dan mengering.
  6. Ketika sudah kering, tutup dahan keras yang telah dikupas kulitnya dengan menggunakan tanah subur. Jangan menggunakan pupuk atau mencampurkan pupuk pada tanah yang digunakan untuk mencangkok.
  7. Setelah dahan pohon yang terkupas kulitnya telah tertutup dengan tanah, bungkus tanah tersebut dengan menggunakan kain / sabut kelapa / plastik berventilasi (plastik yang diberi banyak lubang kecil-kecil). Ikat ujung-ujungnya agar media cangkok tidak mudah jatuh.
  8. Siram secara rutin (pastikan tanah tidak kering).

Dahan yang dicangkok akan mulai mengeluarkan akar setelah kurang lebih 2 bulan atau kurang. Agar lebih aman, sebaiknya proses tersebut dilangsungkan selama tiga bulan, setelah itu pangkas dahan cangkokan yang telah berakar tersebut untuk dipindahkan ke media tanam. Klik disini untuk mendapatkan media tanam.

Mencangkok Sebaiknya Dilakukan Ketika Selesai Panen dan Musim Penghujan

Waktu yang tepat untuk mencangkok tanaman, khususnya untuk tanaman buah, sebaiknya adalah ketika tanaman sudah selesai masa panen buah. Pada waktu ini pencangkokan dilakukan selain untuk mendapatkan bibit yang baik juga untuk meremajakan dahan pada pohon indukan.

Untuk mencangkok tanaman sebaiknya dilakukan pada saat musim penghujan. Hal ini sangat membantu anda dalam hal penyiraman. Bisa jadi ketika anda mencangkok di musim penghujan anda tidak perlu khawatir soal penyiraman, bahkan saat hujan turun setiap hari maka tidak perlu lagi melakukan proses penyiraman.

Terlebih, jika kita mencangkok pada dahan tanaman yang sudah tinggi, tanpa musim hujan barangkali kita akan kerepotan lantaran kita harus menyiram di dahan yang tinggi, sementara titik cangkokan tidak boleh dibiarkan kekeringan agar dahan yang dicangkok tidak mati.

Lahan Yang Tepat Untuk Awal Penanaman Bibit Cangkokan

Ada dua jenis dahan yang bisa dicangkok sebagaimana telah dijelaskan dibagian sebelumnya, yaitu dahan yang kecil dan dahan yang besar. Dua jenis dahan ini harus diperlakukan dengan cara berbeda, khususnya untuk menentukan lahan penanaman selanjutnya setelah dahan tersebut dipotong dari batang induknya.

Cara Mencangkok dan Menanam Dahan Berukuran Besar

Cabang tanaman yang besar tentunya akan membutuhkan tempat penanaman yang besar, biasanya untuk dahan pohon cangkokan yang berukuran besar dan telah memiliki banyak ranting, maka bibit semacam ini bisa langsung ditanam di lahan pembesaran yang memiliki pohon perindang sebagai pelindung dari sinar matahari yang terlalu terik.

Ketika ditanam, selain dengan kedalaman lubang tanam yang cukup, bibit ini juga membutuhkan penyangga untuk menjaga dari kemungkinan ambruk atau roboh (bisa karena angin atau hujan badai).

Cara Mencangkok dan Menanam Dahan Berukuran Kecil

Dahan yang berukuran kecil memerlukan perawatan yang berbeda dari dahan dengan ukuran besar. Setelah anda memotong cabang tanaman cangkokan yang sudah mulai berakar, sebaiknya tanaman ini dibesarkan dahulu di dalam pot atau polybag dan disimpan di tempat yang tidak terlalu banyak mendapatkan sinar matahari (tetapi juga harus tetap mendapatkan sinar matahari).

Akar tanaman cangkokan merupakan akar tanaman yang lemah dan masih harus beradaptasi dan tumbuh besar untuk mencari nutrisi dari unsur hara tanah. Dalam kondisi tersebut, bisa dibilang bagian tanaman lain seperti batang dan daun juga belum terlalu tangguh untuk diperlakukan sebagaimana tanaman yang tumbuh dari biji.

Agar mendapatkan pertumbuhan bibit cangkokan secara optimal, maka ketika menanam bibit ini anda harus menggunakan media tanam yang kaya nutrisi serta gembur.

Salah satu contoh media tanam yang baik untuk benih cangkokan adalah campuran dari tanah, pupuk kandang, pasir halus, sekam bakar, dan cocopeat dengan perbandingan 1:1:1:1:1.

Serabut lembut dari cocopeat (sabut kelapa yang telah diolah menjadi kompos) bisa berperan baik untuk penyebaran akar sekaligus memiliki banyak rongga yang menyimpan oksigen sehingga akar tanaman cepat besar dan bisa tumbuh dengan leluasa.

Cara Mencangkok Sering Diterapkan Pada Tanaman Buah

mencangkok tanaman buah

Cara memperbanyak bibit tanaman buah yang paling sering dilakukan adalah mencangkok karena dinilai paling mudah, efisien, dan bibit tersebut akan menjadi tanaman yang produktif dalam waktu yang relatif singkat jika dibandingkan dengan memperbanyak bibit tanaman dengan menyemai bijinya.

Rata-rata bibit tanaman buah hasil cangkokan akan mulai berbuah dalam kurun waktu kurang lebih satu sampai dua tahun penanaman dengan perawatan dan pemberian pupuk yang teratur.

Pada beberapa jenis tanaman, ada kalanya bibit cangkokan tersebut bisa berbuah lebih awal, bahkan sama waktunya dengan masa produktif bibit indukan. Akan tetapi, terkadang ukuran tanaman menjadi hal yang sedikit berpengaruh pada produktifitas tanaman tersebut. Perlu diinga , besar dan jumlah percabangan tanaman sangat mempengaruhi jumlah produksi buah yang dihasilkan oleh tanaman buah tersebut.

Banyak para penghobi tanaman buah mencangkok dahan tanaman yang berukuran besar untuk ditanam sendiri di lahan mereka. Sementara, para pemilik budidaya bibit tanaman buah lebih memilih untuk mencangkok dahan kecil agar bisa memperoleh jumlah bibit yang banyak dari satu induk tanaman.

Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tujuan dari pencangkokan itu sendiri. Mencangkok untuk mendapatkan bibit yang langsung bisa berproduksi dalam jumlah banyak dan mencangkok untuk mendapatkan jumlah bibit yang banyak.

Umumnya cara mencangkok tanaman buah bisa disamakan. Akan tetapi, jenis tanaman yang berbeda menjadikan penanganannya bisa menjadi berlainan.

Cara Mencangkok Pohon Mangga

Buah mangga menjadi salah satu buah terpenting dalam masyarakat Indonesia. Selain untuk dinikmati sebagai hidangan penyegar, buah mangga bisa juga diolah menjadi minuman atau makanan olahan seperti rujak dan asinan dengan harga yang cukup terjangkau dan mudah untuk didapatkan.

Sejarah Buah Mangga

Dari India, sekitar abad ke-4 atau ke-5 SM, tanaman mangga menyebar ke berbagai negara, yakni melalui para pedagang India yang berkelana ke timur sampai ke Semenanjung Malaysia. Mereka berdagang sekaligus menyebarkan agama Hindu dan Budha. Pada tahun 1400 dan 1450, mangga mulai ditanam di Kepulauan Sulu dan Mindanao, Filipina, di Pulau Luzon sekitar tahun 1600, dan kepulauan Maluku pada tahun 1665.

Penyebaran tanaman mangga di negara barat baru terjadi pada abad pertengahan, yakni pada pertengahan abad ke 18 di Lasabon dan Brasil oleh orang Portugis. Sekitar abad ke-19 diperkirakan orang Portugis membawa tanaman mangga dari Goa (India) ke Afrika Timur dan akhirnya menyebar ke Somalia Afrika Barat dan Kepulauan Canari. Selanjutnya, Penyebaran tanaman mangga tercatat di beberapa negara barat, yakni di Mexico pada tahun 1779 (bibit mangga pertama kali ditanam oleh orang Spanyol yang membawa bibit mangga dari Filipina), di Italia bagian selatan pada tahun 1905, di Queensland sekitar tahun 1870 dan di Inggris pada tahun 1690 (ditanam dalam rumah kaca).

Di Amerika Serikat, tanaman mangga pertama kali ditanam di Florida, yakni pada tahun 1833. Bibit yang digunakan berasal dari Meksiko. Pada tahun 1885, Amerika Serikat sengaja mendatangkan bibit mangga okulasi dari India, tetapi semuanya mati. Sebanyak 35 bibit pohon mangga sambungan lengkung pun kembali didatangkan dan upaya penanaman tersebut akhirnya membuahkan hasil. Hingga kini, Florida dikenal sebagai salah satu produsen mangga dengan daerah pemasaran Florida dan California.

Buah Mangga Adalah Buah Musiman yang Mudah Diberdayakan

Buah mangga ini, meskipun banyak jenisnya, merupakan buah musiman. Musim panen puncak buah mangga adalah bulan Agustus hingga bulan November. Sementara buah mangga juga masih bisa didapatkan di bulan April-Juni meskipun jumlahnya terbatas, di bulan ini harga buah mangga relatif mahal.

Karena permintaan buah mangga ini di pasaran dinilai cukup tinggi, maka banyak sekali petani buah yang mencoba untuk membudidayakannya dan bahkan mencoba untuk menciptakan varian-varian baru dari buah mangga dengan cara menyilangkannya.

Bertani mangga bukanlah hal yang sulit karena kita hanya tinggal menanam dan menunggu hasilnya saja dan sesekali melakukan perawatan bilamana diperlukan (untuk mengusir hama dan pemangkasan rutin, misalnya). Oleh karena itu, banyak orang yang ingin menanam mangga barang satu atau dua pohon saja untuk ditanam dipekarangan rumah.

Bibit Pohon Mangga Dari Cangkokan

Bibit mangga yang didapat dari cara mencangkok merupakan bibit yang paling digemari karena sebagian besar orang termasuk anda dan saya menginginkan memiliki pohon yang cepat berbuah dan rasa buahnya enak. Namun terkadang anda hanya setengah percaya jika membeli bibit cangkokan di sembarang penjual bibit. Apakah bibit itu merupakan bibit yang bagus kualitasnya? Untuk itu, sebaiknya anda membeli di tempat-tempat yang sudah terpercaya seperti TanamanMart atau mencangkok sendiri bibit mangga dari indukan yang telah diketahui memiliki mutu yang bagus.

Waktu yang baik untuk mencangkok dahan pohon mangga adalah bulan Desember-Maret karena pada bulan-bulan ini pohon mangga sedang giat dalam memproduksi sel-sel baru pada batang dan daun.

Langkah dan Tahapan Cara Mencangkok Pohon Mangga

Sama halnya dengan mencangkok pohon buah pada umumnya, alat yang dibutuhkan untuk mencangkok pohon mangga adalah pisau untuk mengupas kulit dahan, tanah subur tanpa campuran pupuk, kain / sabut kelapa / plastik bening berongga, dan tali.

Selanjutnya, untuk mencangkok pohon mangga ikuti langkah-langkah berikut :

  1. Kupas kulit batang dari dahan yang dipilih untuk dicangkok sepanjang 20 cm.
  2. Bersihkan kambium yang masih menempel pada batang yang telah dikupas kulitnya dengan menggunakan kain bersih.
  3. Tunggu hingga beberapa saat atau hingga batang yang terkupas kulitnya tersebut tidak lagi basah dan banyak getah.
  4. Oleskan zat perangsang akar (opsional) pada pangkal kulit batang yang baru saja dikupas.
  5. Tutup seluruh permukaan batang yang telah terkupas akarnya (hingga mencapai pangkal kulit batang atasnya) dengan tanah subur, bungkus dengan kain / plastik / sabut kelapa. Ikat ujung-ujungnya agar tidak jatuh.
  6. Pastikan tanah tersebut tidak mudah jatuh. Siram tanah tersebut secara rutin (bila musim kemarau).
  7. Setelah dua bulan atau kurang atau jika telah lebat akarnya, potong dahan tersebut dan pindahkan ke media penanaman berupa polybag / pot bila dahan berukuran kecil dan di kebun jika dahan yang dipilih berukuran besar.

Tips perawatan

  1. Sedikit tips untuk merawat pohon mangga, sebaiknya setelah dahan tersebut dipotong untuk ditanam di media tanam, gunakan media tanam yang subur seperti dengan menggunakan campuran tanah, pasir halus, pupuk kandang, sekam bakar, dan cocopeat dengan perbandingan 1:1:1:1:1 yang bisa diaplikasikan dalam wadah polybag atau lubang tanam di kebun (biasanya lubang tanam ini berukuran 0,5×0,5m dengan kedalaman sekitar 1 m).
  2. Pastikan media tanam ini tidak pernah kekeringan agar tanaman mendapatkan asupan air yang cukup terutama jika tanaman ini mendapatkan sinar matahari terlalu banyak.
  3. Untuk masa penanaman 4 bulan pertama, sebaiknya pohon mangga cangkokan (baik yang berukuran besar/kecil) ini tidak terlalu banyak mendapatkan sinar matahari. Untuk penanaman di polybag, cukup tempatkan polybag di tempat yang tidak terlalu terik.
  4. Sementara untuk penanaman di kebun, pastikan kebun tersebut telah memiliki tanaman peneduh yang telah tumbuh terlebih dahulu. Jangan lupa untuk memberikan penyangga pohon pada awal penanaman di kebun selama kurang lebih 1 tahun (dalam kurun waktu ini diperkirakan akar pohon mangga cangkokan telah cukup kuat mengikat tanah).
  5. Jika tanaman telah berbunga, jangan pernah menyemprotkan pestisida karena hal ini justru akan mengusir serangga yang membantu proses penyerbukan.

Ketika bunga tersebut telah berubah menjadi buah yang masih kecil-kecil sebaiknya segera membungkus rumpun buah tersebut dengan plastik bening berukuran besar untuk menghindari serangan hama sekaligus menjaga buah dari angin dan hujan. Pembungkusan ini dilakukan hingga masa panen.

Cara Mencangkok Pohon Alpukat

Buah alpukat adalah buah yang banyak mengandung vitamin, antara lain vitamin A, C, B komplek, E, dan  vitamin D. Alpukat sangat baik untuk kesehatan, antara lain, untuk kesehatan kulit, jantung, mata, kandungan dan masih banyak lagi. Buah alpukat juga banyak digunakan untuk campuran pembuatan kosmetik, seperti shampoo, sabun mandi, lotion, dll.

Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam melakukan budidaya alpukat dengan cara mencangkok. Berikut langkah – langkahnya:

Tahap 1 Mempersiapkan Bibit Alpukat

Pilihlah pohon yang digunakan sebagai bibit cangkokan dari pohon indukan yang memiliki riwayat yang bagus, seperti buah yang lebat, rasa yang enak, pohon yang kuat, dan tahan terhadap hama. Pilihlah cabang pohon yang tidak terlalu tua juga tidak terlalu muda, dan tidak terlalu banyak cabang. Pilih dahan atau cabang yang tegak lurus dan terkena sinar matahari, karena akan mempengaruhi proses fotosintesis.

Kemudian lakukan langkah – langkah pencangkokan sebagai berikut:

  • Siapkan alat – alatnya terlebih dahulu. Plastik, tali rafia, pisau tajam, tanah dan pupuk dengan perbandingan 1:1 .
  • Sayat batang melingkar pada bagian atas dan bawah dengan menggunakan pisau yang tajam dengan jarak sepanjang lebih kurang 10 s/d 15 cm.
  • Kupas kulit cabangnya sampai bersih, dan bersihkan kambiumnya dengan cara mengosok-gosokkan pisau ke cabang yang telah kita kupas kulitnya tadi. Membuang kambium dapat mempercepat pertumbuhan akar.
  • Ikat plastik pada salah satu ujung batang yang telah disayat dan dikupas kulitnya tadi dengan tali rafia. Kemudian tarik ujung plastik lainnya ke atas dan isi dengan tanah yang telah di campur pupuk.
  • Padatkan tanah media cangkok, lalu ikat pada bagian ujung media cangkok dengan tali rafia.
  • Beri lubang kecil – kecil pada plastik pembungkus tanah cangkok sebagai ventilasi udara.
  • Setelah cabang cangkok mengeluarkan akar, biasanya sekitar 3 – 4 bulan, potong pangkal cabang lebih kurang 3 cm dari cangkokan.
  • Buka plastik penutup cangkokan dan tanam cabang cangkokan tersebut di dalam polybag. Letakkan di tempat yang teduh.
  • Siram 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan air yang tidak terlalu banyak.
  • Rawat hingga bibit cangkok mengeluarkan banyak akar dan daun, sehingga cukup kuat untuk dipindahkan ke media tanam.

Tahap 2 Mempersiapkan Lahan Untuk Menanam

Pohon alpukat sangat cocok bila ditanam pada area dengan ketinggian 200 s/d 1500 mdpl, dengan lahan yang banyak mengandung zat organik dan tanah dengan pH 6 s/d 6,5. Selain itu pilihlah area yang terkena matahari sepanjang hari. Persiapan yang harus anda lakukan adalah:

  • Gemburkan tanah dan singkirkan batu – batuan yang ada di sekitarnya.
  • Bersihkan lahan dari rumput – rumput liar dan tanaman gulma.
  • Buat lubang sesuai dengan ukuran polybag, atau sekitar 60cm x 60cm, dengan kedalaman 0,5m. Jika menanam pohon dengan jumlah yang banyak, buatlah jarak yang sama yaitu sekitar 6m x 6m.
  • Masukkan pupuk kandang kedalam lubang hingga mencapai 2/3 bagian. Kemudian biarkan 3 – 4 pekan, sampai pupuk benar – benar meresap kedalam tanah.

Tahap 3 Melakukan Proses Penanaman

Selanjutnya adalah proses penanaman. Lakukan langkah demi langkah berikut ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Pisahkan polybag dari bibit cangkokan. Lakukan perlahan – lahan, jangan sampai menghancurkan media semai dan merusak akar.
  • Masukkan bibit cangkokan kedalam lubang yang telah kita persiapkan pada media taman.
  • Timbun dengan campuran tanah galian lubang yang telah di campur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang yang terbuat dari kotoran ternak.
  • Siram dengan air yang tidak terlalu banyak.

Tahap 4 Melakukan Perawatan Tanaman

Setelah proses penanaman selesai, selanjutnya yang harus diperhatikan adalah perawatan tanaman. Perawatan tanaman terdiri dari beberapa langkah.

  • Penyiraman Tanaman

Penyiraman tanaman dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Penyiraman tidak diperlukan apabila hari hujan.

  • Pemupukan Tanaman

Pemupukan tanaman dilakukan lebih kurang 4 kali dalam setahun. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk TSP, pupuk urea, dan pupuk kcl, dengan cara dimasukkan ke dalam lubang sedalam lebih kurang 30 cm disekeliling tanaman.

  • Penggemburan Tanah

Lakukan penggemburan tanaman bila terlihat tanah sudah mulai memadat, lakukan secara hati – hati agar tidak merusak akar tanaman. Penggemburan tanah dimaksud agar ada asupan udara untuk tanaman dan penyerapan nutrisi tetap terjaga.

  • Pemangkasan Tanaman

Lakukan pemangkasan bila terlihat bagian cabang yang tumbuh terlalu rapat, dan pada cabang – cabang yang mati. Setelah di pangkas, agar tidak terinfeksi jamur atau penyakit segeralah beri fungisida.

  • Penyiangan Tanaman

Penyiangan tanaman sangat penting untuk menyingkirkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar pohon.

  • Pengetahuan Tentang Hama Tanaman

Pentingnya pengetahuan mengenai hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman alpukat beserta cara mengatasinya untuk berjaga – jaga apabila tanaman terserang hama atau penyakit. Penyakit dan hama tersebut antara lain: penyakit bercak coklat pada daun, ulat kupu – kupu, ulat kipat, dan jamur antraknosa. Ketahui cara penggunaan insektisida untuk mengatasi semua hama sesuai cara dan dosisnya.

Melakukan Pemanenan Buah Alpukat

Hal terakhir yang harus diketahui adalah melakukan pemanenan buah alpukat. Pohon alpukat yang ditanam dengan cara vegetatif akan berbuah lebih cepat, yaitu antara 5 s/d 8 tahun. Kemudian buah dapat dipanen sekitar 5 s/d 7 bulan setelah bunga mekar. Hal ini tentu saja bergantung pada perawatan yang dilakukan.

Cara Mencangkok Pohon Jambu Air

Jambu air termasuk tanaman yang berasal dari Indonesia, kemudian menyebar ke Malaysia serta pulau-pulau di samudra Pasifik. Buah jambu ini bisa dikonsumsi secara langsung atau bisa juga dijadikan olahan rujak dengan buah-buahan lainnya.

Water apple atau jambu air memiliki sifat yang adaptif terhadap lingkungan yang memiliki iklim tropis, dan dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah<1000 meter di atas permukaan laut.

Persiapkan Alat dan Bahan Cangkok Pohon Jambu Air

Sebelum memulai pencangkokan pohon jambu air, sebaiknya anda mempersiapkan  alat-alat yang perlu disediakan terlebih dahulu seperti :

  1. Pisau yang tajam dan kuat
  2. Serabut dari kelapa atau plastik
  3. Tali
  4. Paku panjang 10 cm
  5. Ember atau penampung air
  6. Kursi atau tangga, jika cabang yang kita pilih terlalu tinggi
  7. Campuran tanah subur yaitu campuran pupuk kandang dan serbuk gergaji dengan perbandingan 1 : 1

Langkah- langkah Mencangkok Jambu Air

Setelah anda mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan, maka selanjutnya anda bisa memulai mencangkok pohon jambu air untuk mendapatkan bibit yang sama kualitasnya dengan pohon induk.

  1. Pertama yaitu memastikan kalau pohon jambu induk yang kita pilih merupakan pohon dengan varietas unggul, hal ini bertujuan agar hasil cangkokan nanti menjadi bibit unggul juga.
  2. Selanjutnya, tentukan cabang pohon jambu yang lurus dan cukup besar supaya nanti pohon cukup kuat untuk mandiri. Usahakan cari cabang yang memiliki perbandingan 3 cm atau sebesar pergelangan tangan anak.
  3. Langkah selanjutnya yaitu kerat pangkal cabang menggunakan pisau. Lalu kerat sekali lagi dari keratan pertama dengan jarak 5 cm atau sekitar satu kepalan tangan.
  4. Kemudian, buanglah kulit di antara keratan tadi.
  5. Setelah kulit kayu bersih, kerok atau bersihkan lendir / getah yang masih menempel sampai bersih sehingga membuat kayu tidak licin lagi.
  6. Ambil serabut kelapa/plastik dan tutupkan di bagian kayu yang sudah dibersihkan, lalu ikat bagian bawah terdahulu.
  7. Bentuklah sedemikian rupa, kemudian isi dengan campuran tanah yang sudah disiapkan tadi. Isian haruslah padat dan untuk memadatkannya perlu ditekan.
  8. Setelah itu, ikat bagian atas serabut kelapa / plastik tersebut dengan tali dan pastikan campuran tanah tertutup dengan rapat.
  9. Langkah terakhir yaitu siram cangkokan tersebut dengan air secukupnya. Jika kita menggunakan media plastik bukan serabut, harus dibuatkan lubang-lubang kecil untuk pembuangan air.

Perawatan Cangkok Pohon Jambu Air

Cangkokan dapat dipisahkan dari induknya setelah berumur 4-6 minggu. Nah, selama proses menunggu tentu harus kita rawat cangkokan tersebut agar tidak terjadi kegagalan. Salah satunya yaitu dengan melakukan penyiraman secara teratur setiap pagi dan sore hari, serta cek apakah sudah keluar akar yang cukup banyak atau belum.

Biasanya akar yang tumbuh akan menembus serabut kelapa. Jika dalam kondisi seperti ini, menandakan bahwa cangkokan tersebut sudah dapat dipisahkan dari induknya yaitu dengan cara dipotong. Disarankan saat melakukan pemotongan ini menggunakan gergaji agar tidak merusak tanaman.

Pemeliharaan Bibit Cangkok Tanaman Jambu Air

Untuk memelihara bibit cangkok jambu air sebelum ditanam di kebun meliputi kegiatan sebagai berikut :

  1. Siapkan polybag / pot atau keranjang berukuran besar, kemudian isikan media tanam yang berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 atau 2 : 1.
  2. Pindahkan bibit cangkokan yang telah dipotong tadi ke dalam polybag atau pot tadi sambil membuang sebagian daun dan rantingnya.
  3. Pelihara bibit cangkok di tempat yang agak terlindung selama 1-2 pekan kemudian pindahkan di area terbuka kurang lebih 1 bulan agar bibit cukup kuat dan tunggu hingga bertunas.
  4. Lakukan penyiraman secara rutin.


Dapatkan produk bibit buah berkualitas hanya di tempat kami.

Untuk informasi lebih lengkap silahkan berkunjung langsung ke lokasi atau hubungi sales marketing :

Showroom dan Marketing Office :

Jl.Tegal Danas No.38 Kp.Bugelsalam RT.001 RW.003 Ds.Sertajaya Kec.Cikarang Timur Kab.Bekasi 17823 ( Belakang Stadion Wibawa Mukti / Depan SMPN 1 Cikarang Timur )

Phone: (021) 2851 2658

HP      : 0812-8466-9886 (SMS/WA/TELP)

BBM      :D5F65FEF

Summary
Cara Mencangkok
Article Name
Cara Mencangkok
Description
Cara lengkap mencangkok tanaman buah mangga, alpukat, jambu air, jambu bol dll
Author
Publisher Name
Tanaman Mart
Publisher Logo


Dapatkan Katalog Lengkap Bibit
Tanaman buah unggul

Tinggalkan Balasan